Tower 90 dan Skirmish Menguji Blue Blood, Sultan-Omar Pulang Bawa Medali

Blue Blood Stable menghadapi dua nomor dengan lintasan berbeda dalam LMBI Series 3 Tahun 2026 dan menutup ajang itu dengan dua medali. Sultan Shadiq merebut perak dari Skirmish, sedangkan Omar El Farooq Putra Alleut memperoleh perunggu pada Tower 90.

Hasil tersebut menempatkan dua wakil Blue Blood Stable di podium dari kelas yang berbeda. Empat atlet tim turut mencatatkan posisi di papan hasil pada Professional Class dan Open Class.

Perak dari Skirmish

Sultan menjadi peraih medali perak pada Open Class nomor Skirmish. Penampilannya menjadi capaian tertinggi Blue Blood Stable dalam nomor tersebut.

Omar berada satu tingkat di bawah podium dengan peringkat keempat. Kenzie Alkautsar dan Kaisar Akhtar mengikuti di urutan kelima serta keenam.

Skirmish merupakan salah satu nomor yang diikuti kontingen Blue Blood Stable di Bogor. Nomor lainnya adalah Tower 90 pada Professional Class.

Omar Menembus Podium Tower 90

Pada Tower 90, Omar berhasil mengamankan medali perunggu. Ia menjadi satu-satunya atlet Blue Blood Stable yang naik podium di kelas profesional tersebut.

Kaisar finis di posisi keempat, sehingga hanya terpaut satu peringkat dari podium. Sultan berada pada peringkat kelima, sedangkan Kenzie menempati posisi ke-10.

Atlet Blue Blood StableProfessional Class Tower 90Open Class Skirmish
Sultan ShadiqPeringkat 5Medali perak
Omar El Farooq Putra AlleutMedali perungguPeringkat 4
Kenzie AlkautsarPeringkat 10Peringkat 5
Kaisar AkhtarPeringkat 4Peringkat 6

90 Entri Peserta di Bogor

LMBI Series 3 berlangsung di HBA Al Kahfi Stable, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, pada 16 Agustus. Kompetisi itu menjadi seri penutup dalam rangkaian kejuaraan memanah berkuda.

Jumlah peserta mencapai 90 entri. Mereka bertanding di lintasan lurus dan lintasan berputar untuk memperebutkan sejumlah trofi.

Di antara penghargaan yang diperebutkan terdapat Piala Ketua Harian PP PORDASI dan Piala Blue Blood Stable. Kompetisi juga mempertemukan atlet dari Indonesia dan Malaysia.

Omar menilai kehadiran peserta dari kedua negara membuat persaingan berlangsung ketat. Tantangan peserta juga bertambah karena setiap nomor memiliki karakter lintasan yang berbeda.

Target Memperkuat Persiapan

Sultan menekankan bahwa persiapan menuju kejuaraan selanjutnya perlu lebih berfokus pada kuda tunggangan. Kesiapan kuda dinilai akan membantu atlet meningkatkan performa di arena pertandingan.

“Dalam kesempatan ini, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari Blue Blood Stable, dan mudah-mudahan kedepannya kami berempat akan lebih maksimal lagi dalam memberikan prestasi di kejuaraan-kejuaraan HBA selanjutnya,” ujar Sultan dalam keterangan kepada media.

Blue Blood Stable mengembangkan tim HBA sebagai bagian dari dukungan terhadap olahraga memanah berkuda di Indonesia. Stable tersebut juga mendukung pelaksanaan kejuaraan dalam negeri agar dapat diselenggarakan secara lebih profesional.

Partisipasi Sultan, Omar, Kenzie, dan Kaisar di dua kelas menunjukkan keterlibatan penuh tim pada seri penutup ini. Medali perak dan perunggu menjadi catatan utama Blue Blood Stable dari persaingan di Tajur Halang.

Baca Juga