Target TKDN V8E 40 Persen, Farizon Memulai Produksi Lokal secara Bertahap

Farizon memperkirakan kandungan dalam negeri V8E yang dirakit di Purwakarta dapat mencapai 40 persen. Namun, nilai TKDN tersebut belum memperoleh sertifikasi, sementara produksi kendaraan masih dilakukan secara bertahap.

Van listrik ini menjadi model pertama Farizon yang dirakit di Indonesia melalui fasilitas Handal Indonesia Motor. Perusahaan menetapkan target awal sekitar 80 unit per bulan sambil mengukur permintaan dari pasar kendaraan niaga.

TKDN Masih Berstatus Perkiraan

Director Arista Manufacturing Christoforus Ronny menyampaikan perkiraan TKDN V8E sebesar 40 persen. Proses sertifikasi atas kandungan lokal kendaraan tersebut belum dilanjutkan.

Perakitan kendaraan dilakukan melalui tujuh tahapan proses di pabrik Purwakarta, Jawa Barat. Tahapan tersebut mencakup rangkaian pekerjaan yang berkaitan dengan berbagai sektor kendaraan.

Kandungan lokal dan proses perakitan menjadi bagian dari langkah awal Farizon membangun produksi domestik. Meski demikian, perusahaan belum menyampaikan perubahan status sertifikasi TKDN untuk V8E.

Aspek PerakitanDataKondisi
LokasiPurwakarta, Jawa BaratFasilitas Handal Indonesia Motor
Target awalSekitar 80 unit per bulanBertahap
TKDN V8EDiperkirakan 40 persenBelum disertifikasi
InvestasiRp 40 miliar hingga Rp 50 miliarSatu model kendaraan

Produksi Mengikuti Kebutuhan Kendaraan Niaga

Farizon tidak langsung menjalankan perakitan V8E dalam skala besar. Strategi tersebut dipilih untuk menyesuaikan jumlah unit dengan perkembangan pasar kendaraan komersial listrik.

“Perakitan V8E kita awal ini sebulan kira-kira masih sekitar 80 unit. Sambil bertahap kita juga melihat kondisi pasarnya seperti apa,” kata Christoforus kepada media di Purwakarta, Kamis (13/8/2026).

Angka 80 unit per bulan dengan demikian merupakan tahap pembuka produksi. Kenaikan volume akan bergantung pada respons pasar terhadap penggunaan van listrik untuk logistik dan kegiatan usaha lain.

Farizon V8E diposisikan bagi pengguna yang membutuhkan efisiensi serta keandalan operasional. Perakitan lokal juga disebut sejalan dengan kebutuhan kendaraan niaga yang ramah lingkungan.

Investasi Awal untuk Menjalankan V8E

Nilai investasi perakitan lokal V8E berada dalam kisaran Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar. Dana itu digunakan untuk memulai perakitan satu model di fasilitas Handal Indonesia Motor.

Peralatan yang termasuk dalam kebutuhan produksi meliputi filing machine, couple jig, dan special tools. Perusahaan juga menyiapkan perangkat pengencangan axle.

Christoforus menilai investasi tambahan untuk model Farizon lain tidak akan terlalu besar. Beberapa perangkat yang sudah digunakan untuk V8E dapat dimanfaatkan kembali pada model berikutnya.

Menambah Merek yang Dirakit di Purwakarta

Presiden Direktur PT Handal Motor Indonesia Denny Siregar menyatakan Farizon merupakan merek ketiga di bawah Geely Group yang dikerjakan di fasilitas tersebut. Sebelum V8E, fasilitas itu telah merakit kendaraan Geely dan Aletra.

Handal Indonesia Motor mengerjakan Geely EX5 dan EX2, serta Lifan yang dikaitkan dengan Aletra. Kehadiran Farizon menambah portofolio merek dalam kelompok Geely di pabrik Purwakarta.

Laporan Kompas.com mencatat produksi V8E masih berada pada fase awal yang mengutamakan pembacaan pasar. Perkembangan jumlah perakitan berikutnya akan ditentukan oleh kebutuhan kendaraan niaga listrik di Indonesia.

Baca Juga