Luis Enrique resmi menempati peringkat ketiga dalam daftar pelatih dengan gelar Piala Super Eropa terbanyak. Pencapaian itu diraih setelah Paris Saint-Germain menang 2-1 atas Aston Villa pada edisi 2026.
Trofi di Salzburg menjadi gelar ketiga Enrique di kompetisi tersebut. Koleksi itu membuatnya unggul atas Zinedine Zidane dan Diego Simeone, yang sama-sama memiliki dua gelar.
PSG mengamankan kemenangan atas Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Hasil itu juga memastikan PSG mempertahankan gelar yang mereka raih pada tahun sebelumnya.
Enrique kini berada di antara dua pelatih dengan koleksi trofi lebih tinggi dan dua pelatih yang berhasil dilampauinya. Pep Guardiola memiliki empat gelar, sedangkan Carlo Ancelotti masih memimpin dengan lima gelar.
Perubahan Posisi Luis Enrique
Keberhasilan terbaru ini memperkecil jarak Enrique dengan Guardiola menjadi satu trofi. Di sisi lain, ia masih membutuhkan dua gelar tambahan untuk menyamai catatan Ancelotti di puncak daftar.
Posisi ketiga tersebut dibangun lewat keberhasilan bersama dua klub. Enrique menjadi juara saat menangani Barcelona pada 2015, lalu mengulanginya bersama PSG pada 2025 dan 2026.
| Pelatih | Jumlah Gelar | Klub Peraih Gelar |
|---|---|---|
| Carlo Ancelotti | 5 | AC Milan, Real Madrid |
| Pep Guardiola | 4 | Barcelona, Bayern Munich, Manchester City |
| Luis Enrique | 3 | Barcelona, Paris Saint-Germain |
| Diego Simeone | 2 | – |
| Zinedine Zidane | 2 | – |
Menurut sport.detik.com, Ancelotti mendapatkan dua dari lima gelarnya bersama AC Milan. Kedua trofi itu diraih pada 2003 dan 2007.
Tiga gelar Ancelotti lainnya hadir saat ia menangani Real Madrid pada 2014, 2022, dan 2024. Rangkaian hasil tersebut membuatnya tetap menjadi pelatih paling sukses dalam sejarah kompetisi.
Guardiola mengumpulkan empat gelar melalui tiga klub berbeda. Ia memenangi dua edisi bersama Barcelona pada 2009 dan 2011.
Setelah meninggalkan Barcelona, Guardiola meraih gelar bersama Bayern Munich pada 2013. Koleksinya kemudian bertambah saat Manchester City menjuarai edisi 2023.
Catatan Enrique berbeda karena tiga trofinya tersebar dalam dua periode kepelatihan. Gelar Barcelona pada 2015 menjadi awal, sementara dua gelar PSG datang secara beruntun pada 2025 dan 2026.
Keberhasilan PSG mempertahankan trofi memberi dampak langsung pada posisi Enrique di daftar tersebut. Ia tidak lagi sejajar dengan Simeone dan Zidane, melainkan berdiri sendiri di urutan ketiga.
PSG Menjaga Gelar
Kemenangan 2-1 atas Aston Villa memastikan PSG kembali mengangkat Piala Super Eropa. Trofi itu menjadi gelar kedua beruntun klub tersebut dalam ajang yang sama.
Bagi Enrique, hasil tersebut mempertegas jaraknya dari para pesaing di bawahnya. Pada saat bersamaan, empat gelar Guardiola kini menjadi target terdekat dalam persaingan historis Piala Super Eropa.
Susunan lima besar masih dipimpin Ancelotti, diikuti Guardiola dan Enrique. Simeone serta Zidane melengkapi daftar dengan dua trofi masing-masing.






