Sule menilai keberhasilan menghibur penonton lebih penting daripada sekadar menerima bayaran besar. Kekhawatiran gagal membuat orang tertawa membuatnya menolak sejumlah tawaran tampil stand up comedy.
Ia merasa bersalah apabila tampil dalam acara yang mengharapkan kelucuan, tetapi materi yang dibawakan tidak berhasil. Perasaan itu menjadi salah satu alasan mengapa honor tinggi justru dipandang sebagai beban.
“Beban. Kalau enggak lucu,” ujar Sule dalam obrolannya bersama Abdel Achrian di kanal YouTube. Ia menyampaikan hal itu setelah ditanya mengenai tawaran tampil yang masuk kepadanya.
Menurut Sule, risiko tidak lucu akan terasa lebih berat jika penampilan tersebut dibayar dengan nilai tinggi. Sebaliknya, tekanan itu tidak sama ketika honornya berada pada tingkat yang lebih rendah.
“Ya kalau sedang (honornya) mah enggak apa-apa lah. Misal duitnya murah, kan enggak lucu juga enggak masalah,” jelas Sule. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia tidak semata-mata menilai pekerjaan panggung dari besaran bayaran.
Undangan untuk Menghibur Para Bos
Tawaran yang diterima Sule datang dari berbagai kegiatan, termasuk gathering. Dalam salah satu permintaan, ia diminta tampil stand up sambil melontarkan candaan kepada para bos yang hadir.
Abdel Achrian kemudian menanyakan apakah semua tawaran tersebut diterima. Sule menjawab singkat, “Enggak,” karena belum merasa siap menghadapi tantangan panggung itu.
Sule mengaku lebih terbiasa tampil dalam format grup. Berhadapan sendiri dengan penonton dalam Stand Up Solo masih membutuhkan keberanian yang belum sepenuhnya ia miliki.
Minat Belajar Tetap Ada
Penolakan itu tidak berarti Sule menutup jalan untuk mencoba stand up comedy selamanya. Ia justru menyebut dirinya tertarik dan ingin mempelajari bentuk komedi tersebut.
“Pengin, pengin. Seru gitu,” kata Sule. Ia melihat panggung Stand Up Comedy sebagai tempat untuk menyampaikan beragam hal yang berasal dari keresahan.
Sule mengatakan keresahan dapat diolah menjadi bahan yang disampaikan kepada penonton. Namun, ia menilai proses belajar perlu dijalani agar memahami cara mengemasnya menjadi materi komedi.
Menurut laporan Kompas.com, Sule masih menunggu kesiapan mental untuk tampil sendiri. Sambil menunggu keberanian itu terbentuk, ia memilih terus belajar mengenai cara membangun materi di atas panggung.
Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa tawaran dengan nilai tinggi tidak otomatis menjadi pilihan bagi Sule. Ia ingin memastikan penampilannya dapat memberi kepuasan bagi penonton maupun dirinya sebagai seniman.






