Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 di final New York New Jersey Stadium. Di balik keberhasilan itu, hasil imbang melawan Tanjung Verde pada laga pembuka fase grup menjadi peringatan awal yang membentuk perjalanan mereka.
Tim Matador menyelesaikan turnamen dengan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan. Satu-satunya laga tanpa kemenangan itu datang saat menghadapi Tanjung Verde, tim debutan yang sanggup mempertahankan skor 0-0.
Keberhasilan Spanyol meraih gelar juga ditopang pertahanan yang konsisten. Tim yang diperkuat Marc Cucurella dan rekan-rekannya hanya kemasukan satu gol sepanjang kompetisi.
Ujian sejak pertandingan pertama
Tanjung Verde tidak sekadar mencuri satu poin, melainkan mampu meredam dominasi Spanyol selama pertandingan. Spanyol mengendalikan bola, menciptakan banyak peluang, tetapi tidak menemukan cara untuk mencetak gol.
| Catatan laga | Spanyol vs Tanjung Verde |
|---|---|
| Hasil | 0-0 |
| Penguasaan bola Spanyol | 74 persen |
| Total tembakan Spanyol | 23 |
| Tembakan tepat sasaran | 6 |
Angka tersebut menegaskan besarnya tekanan yang dilancarkan Spanyol. Namun, enam tembakan tepat sasaran tetap tidak mampu melewati penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha.
Vozinha memainkan peran besar untuk menjaga gawang timnya tetap bersih. Ia mampu menggagalkan upaya pemain Spanyol, termasuk Lamine Yamal, yang berusaha memecah kebuntuan.
Pelatih Luis de la Fuente memaknai pertandingan itu sebagai pelajaran penting bagi skuadnya. Ia menilai hasil tersebut membuat Spanyol memahami tingkat kesulitan yang sebenarnya di Piala Dunia.
“Tanjung Verde membawa kami kembali ke kenyataan, mengingatkan kami akan tantangan yang dihadapi. Konsep Piala Dunia, yang menurut saya sama sekali berbeda dengan Piala Eropa, sangat jauh dari kompetisi sebenarnya,” kata De la Fuente seperti dikutip Marca.
Ketenangan menjadi modal
De la Fuente menilai Spanyol perlu menghadapi setiap kesulitan dengan ketenangan dan keyakinan. Pandangan itu kembali diuji saat mereka bertemu Arab Saudi dalam perjalanan turnamen.
“Melawan Arab Saudi menegaskan bahwa ketika Anda menyadari kesulitannya, Anda perlu tetap tenang dan percaya diri. Kemudian menghadapi Uruguay, saya ingin menyoroti kedewasaan tim dan penolakan kami untuk jatuh ke dalam perangkap mereka.”
Ucapan tersebut menggambarkan pendekatan Spanyol ketika menghadapi pertandingan-pertandingan yang tidak mudah. De la Fuente juga menilai timnya menunjukkan ketenangan dan bakat sepak bola saat melawan Uruguay.
Setelah itu, jalan Spanyol menuju final tetap dipenuhi lawan besar. Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Prancis dengan Kylian Mbappe, serta Argentina yang dipimpin Lionel Messi menjadi bagian dari tantangan yang harus mereka hadapi.
Kemenangan 1-0 atas Argentina memastikan bintang kedua bagi Spanyol. Gelar itu hadir setelah mereka mampu melewati fase sulit, termasuk pertandingan yang tidak menghasilkan gol melawan Tanjung Verde.
Data pertandingan yang dihimpun sport.detik.com menunjukkan Spanyol tidak kehilangan kendali saat bermain imbang dengan Tanjung Verde. Pertandingan tersebut justru menjadi bukti bahwa penguasaan bola dan jumlah peluang tidak selalu menentukan hasil akhir.
Bagi Tanjung Verde, laga tersebut menempatkan mereka sebagai satu-satunya tim yang tidak dikalahkan Spanyol di Piala Dunia 2026. Bagi sang juara, hasil itu menjadi pengingat bahwa setiap lawan dapat memberi hambatan besar dalam turnamen.






