Son Heung-min ditempatkan sebagai penyerang tengah ketika LAFC menghadapi Querétaro pada laga penutup fase grup Leagues Cup 2026. Dalam pertandingan di BMO Stadium, Los Angeles, LAFC kemudian memastikan tiket ke perempat final.
Penyerang Korea Selatan itu menjadi pusat perhatian setelah belum mencetak gol dalam dua pertandingan di kompetisi tersebut. Catatan itu berbeda dengan performanya sebelum Leagues Cup, ketika ia mencetak gol dalam empat laga MLS secara beruntun.
Susunan Tim LAFC
LAFC menempatkan Denis Bouanga dan Jacob Shaffelburg di kedua sisi Son dalam lini serang. Kombinasi tersebut memberi tuan rumah pilihan serangan dari area tengah maupun sayap.
Mark Delgado, Mathieu Choinière, dan Jude Terry mengisi sektor tengah. Sementara itu, Hugo Lloris berdiri di bawah mistar dengan perlindungan dari Eddie Segura, Eloy Tapia, Ryan Porteous, dan Ryan Laposa.
Susunan tersebut mencerminkan upaya LAFC menjaga keseimbangan permainan. Tim membutuhkan ancaman serangan, tetapi juga harus mengamankan hasil dalam situasi persaingan fase grup.
Posisi LAFC Sebelum Laga Terakhir
LAFC memasuki pertandingan melawan Querétaro dengan modal lima poin dari dua laga awal. Mereka meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Modal tersebut memberi peluang besar bagi LAFC untuk melanjutkan langkah ke fase gugur. Kelolosan ke perempat final pun menjadi pencapaian penting bagi tim tuan rumah.
| Tim | Hasil Dua Laga Awal | Catatan Penting |
|---|---|---|
| LAFC | 1 menang, 1 imbang | 5 poin |
| Querétaro | 2 kalah | 0 gol, selisih gol -5 |
| Puebla | Tidak disebutkan | Selisih gol -6 |
Jadwal Padat Menanti
Setelah mengamankan tempat di perempat final, LAFC harus menghadapi agenda yang sangat ketat. Klub itu akan memainkan empat pertandingan dalam sepuluh hari.
Tiga di antaranya merupakan pertandingan reguler MLS yang berlangsung pada 16, 20, dan 23 Agustus 2026. Kondisi fisik pemain menjadi faktor yang akan menentukan kemampuan LAFC menjaga performa.
Marc Dos Santos mengakui bahwa kelelahan skuad merupakan kekhawatiran utama setelah laga melawan Toluca. “Beban fisik dan kelelahan tim sangat mengkhawatirkan. Jika kami memiliki tujuh kesempatan pergantian pemain, kami akan menggunakannya semua,” kata dia.
Dos Santos menilai sulit mengetahui pemain yang benar-benar berada pada kondisi terbaik untuk pertandingan berikutnya. Karena itu, pengelolaan skuad akan menjadi bagian penting dari perjalanan LAFC di fase gugur dan MLS.
Situasi Querétaro
Querétaro menjalani fase grup yang berat setelah kalah 0-2 dari FC Dallas dan 0-3 dari Seattle Sounders. Tim asuhan Esteban González itu belum mencetak gol sepanjang kompetisi.
Kemenangan atas LAFC tetap memiliki arti bagi Querétaro karena dapat membawa mereka melewati Puebla yang memiliki selisih gol minus enam. Setelah itu, mereka akan kembali fokus ke Liga MX dan dijadwalkan menghadapi Pumas pada Minggu berikutnya.






