Singapura sedang menikmati pencapaian penting setelah memastikan diri lolos ke semifinal Piala AFF 2026 dan putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya. Namun, pelatih Gavin Lee menilai momentum itu harus diikuti dengan lebih banyak pertandingan melawan lawan kuat, termasuk Indonesia.
Bagi Lee, kemajuan The Lions tidak cukup diukur dari kelolosan atau hasil positif semata. Ia ingin skuadnya semakin sering diuji oleh Vietnam, Indonesia, dan China agar mampu menyesuaikan diri dengan standar persaingan yang lebih tinggi.
Sejarah Baru, Tuntutan Baru
Ilhan Fandi dan rekan-rekannya mencatatkan dua pencapaian penting dalam perjalanan terbaru Singapura. Tiket ke fase empat besar Piala AFF 2026 dan kelolosan ke putaran final Piala Asia menjadi penanda tren positif di bawah arahan Lee.
Meski begitu, sang pelatih tidak ingin capaian tersebut membuat pemain terlena. Ia memandang potensi Singapura masih jauh lebih besar daripada yang telah terlihat di lapangan.
“Saya pikir tim ini baru menyentuh permukaan dari apa yang bisa dicapai, dan para pemain sendiri menyadari hal itu,” kata Lee seperti dikabarkan The Thao 247. Ucapan itu menegaskan bahwa Singapura masih menempatkan peningkatan permainan sebagai pekerjaan utama.
Lee membutuhkan laga-laga kompetitif untuk membawa pemain menuju level tersebut. Pertemuan dengan rival kuat dinilainya dapat menjadi sarana evaluasi yang lebih nyata daripada pertandingan dengan tuntutan lebih ringan.
Hasil Fase Grup Memberi Dasar
Singapura telah menunjukkan daya saingnya dalam fase grup Piala AFF 2026 melalui hasil melawan Vietnam dan Timnas Indonesia. The Lions menahan Vietnam 0-0 di Hanoi, lalu bermain 1-1 saat menghadapi Indonesia.
| Lawan | Hasil | Konteks Pertandingan |
|---|---|---|
| Vietnam | 0-0 | Fase grup Piala AFF 2026 di Hanoi |
| Timnas Indonesia | 1-1 | Fase grup Piala AFF 2026 |
Imbang tanpa gol di Hanoi memperlihatkan kemampuan Singapura meredam Vietnam di kandangnya. Hasil 1-1 melawan Indonesia juga menunjukkan bahwa The Lions sanggup menghadapi tekanan dari lawan dengan persaingan tinggi.
Lee tidak menempatkan dua hasil tersebut sebagai bukti bahwa timnya telah selesai berkembang. Sebaliknya, hasil itu memperkuat keyakinannya bahwa Singapura perlu mencari lebih banyak pertandingan sejenis.
Ambisi Mencari Lawan Selevel
Lee secara khusus menyebut Vietnam, Indonesia, dan China sebagai lawan yang dibutuhkan timnya. Ia menilai para pemain harus terus dipaksa beradaptasi dengan kualitas pertandingan yang diperlukan untuk berkembang.
“Namun untuk mencapai tujuan tersebut, kami perlu memainkan lebih banyak pertandingan melawan tim-tim seperti Vietnam, Indonesia, dan China,” tambah Lee. Laga menghadapi tim-tim tersebut dipandang penting karena menawarkan pengalaman kompetitif bagi skuad Singapura.
Menurut Detik Sport, The Lions ingin meneruskan peningkatan kualitas permainan melalui pertemuan dengan kekuatan Asia dan Asia Tenggara. Keinginan itu membuat hasil imbang melawan Indonesia bernilai sebagai bahan pembelajaran, bukan semata-mata catatan satu poin.
Thailand kini menunggu Singapura di semifinal Piala AFF 2026. Pertandingan itu menjadi ujian berikutnya bagi tim asuhan Lee untuk menunjukkan perkembangan mereka saat berhadapan dengan salah satu kekuatan utama ASEAN.






