I Gede Siman Sudartawa akan membawa dua peran dalam proyeksi menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Perenang senior itu memburu medali yang masih tertunda, sekaligus diharapkan menjadi mentor bagi generasi baru tim nasional.
Keputusan Siman melanjutkan karier kompetitif memberi nilai tambahan bagi skuad renang Indonesia. Pengalamannya dibutuhkan untuk mendampingi atlet muda yang akan menghadapi persaingan multievent Asia.
Senior di Tengah Regenerasi
PB Akuatik Indonesia menilai proses regenerasi tetap perlu dijalankan dengan baik meski sejumlah perenang muda sudah menunjukkan hasil. Siman diproyeksikan membantu Jason Donovan Yusuf, Farrel Armandio Tangkas, dan perenang muda lain melalui pengalaman bertandingnya.
Jason akan menjalani Asian Games Aichi-Nagoya sebagai penampilan pertamanya di level multievent Asia. Kehadiran Siman di dalam tim diharapkan dapat memberi stabilitas bagi perenang muda ketika menghadapi tekanan kompetisi besar.
Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, mengatakan Siman sudah memberi masukan kepada para junior saat SEA Games. “Di SEA Games, dia banyak kasih masukan ke juniornya, tak hanya Jason tapi yang lain. Keberadaan dia sebagai perenang dan mentor,” ujar Wisnu.
Peran tersebut berjalan beriringan dengan ambisi pribadi Siman di nomor 50 meter gaya punggung putra. Ia belum pernah memenangi medali Asian Games meski beberapa kali tampil dekat dengan persaingan teratas.
Target yang Belum Tuntas
Di Asian Games 2014 Incheon, Siman menempati peringkat keempat pada nomor andalannya. Pada Asian Games 2018 di Indonesia, ia masuk final dan berakhir di posisi kelima dengan waktu 25,29 detik.
Siman bahkan mencetak rekor nasional serta rekor pribadi 25,01 detik pada babak penyisihan Asian Games 2018. Catatan itu lebih cepat daripada waktunya saat final, tetapi belum cukup membawanya ke podium.
| Ajang | Nomor | Hasil | Catatan Waktu |
|---|---|---|---|
| Asian Games 2014 Incheon | 50 meter gaya punggung putra | Peringkat keempat | Tidak disebutkan |
| Asian Games 2018 | 50 meter gaya punggung putra | Peringkat kelima final | 25,29 detik |
| SEA Games 2025 Thailand | 50 meter gaya punggung putra | Medali perunggu | 25,49 detik |
Kesempatan kembali ke Asian Games muncul setelah Siman meraih perunggu SEA Games 2025 Thailand. Ia membukukan 25,49 detik dan finis di belakang Jason Donovan Yusuf, peraih emas dengan waktu 25,36 detik.
Hasil di Thailand membuat Siman memenuhi kriteria Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional atau PPON Kemenpora. Wisnu menyatakan capaian itu menjadi dasar masuknya Siman dalam proyeksi Asian Games.
Peluang Baru di Aichi-Nagoya
Menurut Wisnu, Siman belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai rencana pensiun. Target yang belum selesai di Asian Games menjadi alasan kuat bagi perenang tersebut untuk tetap melanjutkan persiapan.
“Tapi pada perkembangannya memang masih ada hal yang masih bisa dituntaskan, yaitu mencoba mendapat medali di Asian Games. Karena waktu 2018, dia nyaris, dan secara kriteria Siman pun masuk proyeksi Asian Games karena dapat medali SEA Games kemarin,” kata Wisnu kepada Detik Sport.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Jepang. PB Akuatik Indonesia juga akan menggunakan ajang tersebut untuk memetakan peluang kualifikasi Olimpiade, termasuk lewat nomor relay estafet.
Bagi Siman, agenda itu membuka kesempatan mengejar podium yang pernah berada dalam jangkauan. Bagi tim nasional, kehadirannya menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan antara prestasi perenang senior dan perkembangan atlet muda.






