Silverstone Tak Terbaca, Rekor Aragon Menguji Kebangkitan Ducati Usai Gagal

Silverstone kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu lintasan paling sulit diprediksi dalam MotoGP. Sebanyak 12 balapan terakhir di sirkuit tersebut menghasilkan 12 pemenang berbeda.

Karakter itu menjadi latar dari akhir pekan mengecewakan Ducati pada MotoGP Inggris 2026. Tim Italia tersebut tidak mampu menemukan kecepatan kompetitif sejak kualifikasi hingga balapan utama.

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menilai timnya juga belum memperoleh perasaan yang tepat dengan motor. Sejumlah alasan disebut memengaruhi performa para pebalap sepanjang akhir pekan.

Dall’Igna tidak menutup-nutupi hasil tersebut. Dalam pernyataan yang dikutip Marca, ia menyatakan Ducati tidak pernah benar-benar bisa bersaing di Silverstone.

Hasil yang Tidak Membawa Poin bagi Bagnaia

Francesco Bagnaia mengalami dampak paling besar dari kesulitan Ducati di Inggris. Ia mengalami kecelakaan pada sprint dan grand prix setelah memulai balapan dari posisi ke-16.

Dua kecelakaan itu membuat Bagnaia tidak menuntaskan satu pun balapan di Silverstone. Ia pun gagal mengumpulkan poin, yang menjadi kegagalan kelimanya meraih poin dalam balapan utama pada musim 2026.

Marc Marquez memiliki akhir pekan yang lebih lengkap, tetapi belum cukup kuat untuk bersaing di papan atas. Ia mengawali balapan dari posisi keenam dan finis ketujuh pada sprint maupun balapan utama.

PebalapPosisi StartHasil SprintHasil Balapan Utama
Marc Marquez6Finis 7Finis 7
Francesco Bagnaia16KecelakaanKecelakaan

Perbedaan hasil kedua pebalap itu tetap mengarah pada persoalan yang sama, yakni Ducati belum kompetitif di Silverstone. Karena itu, tim memilih tidak larut dalam hasil yang dinilai berada di luar standar mereka.

Aragon Membawa Catatan Berbeda

Setelah kesulitan di Inggris, Ducati akan menuju Aragon dengan modal statistik yang jauh lebih menggembirakan. Mereka memenangi empat penyelenggaraan terakhir MotoGP di sirkuit tersebut.

Marc Marquez menjadi penyumbang dua kemenangan Ducati dalam periode itu. Francesco Bagnaia turut menyumbang satu kemenangan, sehingga kedua pebalap memiliki pengalaman positif di Aragon.

Rekor tersebut tidak menjamin hasil, tetapi memberi dasar optimisme yang jelas bagi Ducati. Aragon menjadi lintasan untuk membuktikan bahwa performa di Silverstone bukan gambaran tetap kekuatan tim.

Tidak Panik Menatap Seri Berikutnya

Dall’Igna menegaskan bahwa musim masih panjang dan hari-hari yang lebih baik dapat datang. Namun, ia menilai peluang itu hanya akan berarti jika Ducati mampu merespons masa sulit dengan cara yang tepat.

Menurutnya, kesuksesan dalam kejuaraan seketat MotoGP akan datang kepada pihak yang paling siap menghadapi tantangan. Pesan itu membuat Aragon memiliki nilai penting bagi Ducati, Marquez, dan Bagnaia setelah kegagalan di Inggris.

Fokus tim kini beralih dari upaya menjelaskan masalah di Silverstone menuju persiapan untuk Aragon. Catatan empat kemenangan beruntun memberi Ducati peluang nyata untuk kembali menemukan arah kompetitifnya.

Baca Juga