Samsung memandang persaingan smartphone premium kini bergeser dari perlombaan jumlah fitur menuju kemampuan AI dalam memahami pengguna. Strategi perusahaan adalah membangun pengalaman Galaxy yang terhubung, personal, dan tidak terasa sebagai kumpulan kemampuan terpisah.
Fokus tersebut membuat Samsung tidak ingin AI dinilai hanya dari daftar fungsi pada materi promosi perangkat. Nilai teknologi ini, menurut perusahaan, baru terlihat ketika layanan, aplikasi, dan perangkat dapat bekerja bersama dalam satu pengalaman.
Fondasi Platform untuk AI
Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Chon Hong, menyatakan AI bukan sekadar spesifikasi yang bisa dihitung dari banyaknya kemampuan yang tersedia. Samsung ingin mengintegrasikan AI ke keseluruhan pengalaman penggunaan perangkat Galaxy.
Chon menyampaikan pandangan itu kepada inet.detik.com di sela Galaxy Unpacked 2026 di London. Ia mengatakan Samsung tidak hanya menambahkan satu kemampuan AI pada perangkat keras dan sistem yang telah ada.
Menurutnya, perusahaan membangun fondasi platform baru agar lebih siap menghadapi perkembangan AI. Pendekatan tersebut diarahkan supaya perangkat Galaxy dapat bekerja dengan beragam agen AI maupun perangkat lunak AI yang dipilih pengguna.
Platform itu juga ditujukan untuk memperlancar hubungan antara aplikasi dan layanan di dalam ekosistem Galaxy. Dengan demikian, AI tidak berdiri sendiri pada satu aplikasi atau satu fungsi tertentu di smartphone.
Konteks dari Berbagai Perangkat
Samsung menilai smartphone memiliki keterbatasan untuk memahami keseluruhan kebiasaan pemiliknya. Konteks yang lebih kaya dapat diperoleh ketika perangkat tersebut terhubung dengan TV, peralatan rumah tangga, dan jam tangan pintar.
| Perangkat Samsung | Konteks Pengguna | Peran Potensial AI |
|---|---|---|
| TV | Jenis konten yang disukai | Memahami preferensi tontonan |
| Peralatan rumah tangga | Preferensi diet | Menambah konteks kebutuhan harian |
| Jam tangan pintar | Informasi kesehatan | Mendukung pelacakan kesehatan |
Data dari beberapa kategori perangkat itu dapat membentuk pemahaman yang lebih personal dibandingkan AI yang hanya mengandalkan informasi dari satu ponsel. Samsung menempatkan cakupan ekosistem perangkat sebagai pembeda dalam persaingan smartphone AI.
Chon menilai AI harus memahami konteks agar dapat berperan layaknya asisten atau pendamping yang bermanfaat bagi pengguna. Karena itu, keterhubungan antarperangkat menjadi bagian penting dari arah pengembangan Galaxy AI.
Pilihan AI Tetap Terbuka
Samsung juga menyatakan fondasi Galaxy dirancang untuk memberi ruang bagi pengguna dalam memilih agen atau perangkat lunak AI. Perusahaan ingin aplikasi dan layanan tetap dapat saling mendukung meski pengguna memiliki pilihan AI yang berbeda.
Pendekatan ini menempatkan personalisasi sebagai unsur utama, bukan sekadar pelengkap fitur. AI dinilai lebih relevan apabila mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan konteks tiap pengguna.
Di tengah banyaknya merek yang menyematkan AI pada perangkat premium, Samsung memilih menekankan keterpaduan pengalaman. Persaingan tidak lagi hanya menyangkut kemampuan ponsel, melainkan juga sejauh mana perangkat di rumah dan wearable dapat membentuk layanan yang terhubung.






