Pengguna Samsung Galaxy yang diluncurkan dengan One UI 9.0 perlu menghindari percobaan PIN secara acak. Setelah 13 kali memasukkan PIN, pola, atau kata sandi yang salah, perangkat dapat terkunci permanen dan hanya dapat digunakan kembali melalui reset pabrik.
Risiko terbesarnya adalah hilangnya data lokal yang belum tersimpan di layanan cadangan. Foto, dokumen, serta informasi lain di perangkat akan terhapus saat proses reset pabrik dilakukan.
Reset Pabrik Bukan Jalan Keluar Tanpa Syarat
Penghapusan perangkat tidak serta-merta membuat ponsel dapat dipakai oleh siapa pun. Setelah reset pabrik, sistem Factory Reset Protection atau FRP tetap meminta kredensial akun Samsung dan akun Google yang sebelumnya terdaftar.
Tanpa data akun tersebut, perangkat tetap tidak dapat diakses meskipun seluruh data lokal sudah dihapus. Perlindungan ini dirancang untuk mencegah perangkat hasil penghapusan dipakai oleh pihak yang tidak berwenang.
Karena itu, pemilik perlu menjaga akses ke PIN utama, akun Samsung, dan akun Google secara aman. Pencadangan berkala ke layanan awan juga menjadi langkah penting untuk menekan risiko kehilangan data.
Penundaan Bertahap Sebelum Batas Akhir
Sistem tidak langsung menutup akses saat kesalahan pertama terjadi. Samsung menerapkan masa tunggu yang bertambah panjang seiring meningkatnya jumlah percobaan kode layar yang gagal.
| Jumlah Percobaan Gagal | Waktu Tunggu |
|---|---|
| 5 kali | 1 menit |
| 6 kali | 5 menit |
| 7 kali | 15 menit |
| 8 kali | 30 menit |
| 9 kali | 90 menit |
| 10 kali | 4 jam |
| 11 kali | 12 jam |
| 12 kali | 24 jam |
| 13 kali | Terkunci permanen, wajib reset pabrik |
Notifikasi layar akan menunjukkan jumlah kesempatan yang tersisa sebelum batas terakhir tercapai. Informasi itu memberi ruang bagi pemilik untuk berhenti mencoba dan mengingat kembali kredensial yang benar.
Menurut dokumen dukungan Samsung yang diperbarui pada 25 Juli 2026, kebijakan tersebut bertujuan menghalangi upaya pembobolan paksa. Perangkat tidak menghapus data secara otomatis pada kesalahan ke-13, tetapi memblokir akses sampai pemilik menjalankan reset pabrik secara manual.
Kesalahan yang Sama Tidak Dihitung Berulang
Mekanisme ini memakai penghitungan cerdas untuk mengurangi dampak sentuhan tidak disengaja saat ponsel berada di saku atau tas. PIN salah yang sama dan dimasukkan berulang kali hanya dihitung sebagai satu kegagalan.
Perhitungannya berbeda bila pengguna terus memasukkan kombinasi salah yang tidak sama. Setiap kode keliru yang berbeda tetap menambah hitungan dan dapat mempercepat perangkat mencapai batas 13 percobaan.
Penggunaan sidik jari atau metode biometrik tidak selalu dapat menggantikan kode utama. Android tetap dapat meminta PIN atau pola utama setidaknya satu kali dalam 72 jam.
Model yang Disebut Masuk Cakupan
Kebijakan tersebut tidak disebut berlaku seragam untuk seluruh ponsel Galaxy yang beredar. Ketentuan 13 kali percobaan salah secara spesifik ditujukan bagi perangkat yang sejak awal diluncurkan dengan One UI 9.0.
| Model | Sistem saat Diluncurkan |
|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra | One UI 9.0 |
| Galaxy Z Fold8 | One UI 9.0 |
| Galaxy Z Flip8 | One UI 9.0 |
Mediaindonesia.com melaporkan perangkat lama yang menerima pembaruan One UI 9 belum tentu mengikuti ketentuan yang sama. Samsung menyatakan fungsi keamanan dapat berbeda menurut model, wilayah, dan versi perangkat lunak.
Pemilik yang lupa PIN sebaiknya tidak melanjutkan tebakan dengan variasi kode yang berbeda-beda. Menunggu, memeriksa kembali informasi kredensial, dan memastikan cadangan data tersedia menjadi pilihan yang lebih aman sebelum batas terakhir terlampaui.






