Ismael Saibari tiba di Bayern Munich dengan nilai transfer 50 juta euro setelah melewati perjalanan panjang sejak masa kecil. Pemain asal Maroko itu pernah menjalani perawatan ortopedi intensif hampir selama satu tahun karena lahir dengan kelainan posisi kaki.
Kini, gelandang serang berusia 25 tahun tersebut menjadi bagian dari rencana Bayern hingga 2031. Klub Bavaria menaruh kepercayaan besar pada produktivitas dan kemampuannya memainkan beberapa posisi.
Dukungan Keluarga dalam Masa Sulit
Saibari menyebut kedua orang tuanya, Fatima dan Hassan, berkorban besar agar ia dapat berjalan normal. Perawatan yang dijalaninya sejak kecil menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya sebelum menekuni sepak bola.
“Orang tua saya berkorban banyak agar saya bisa berjalan dengan benar dan menjalani kehidupan yang normal. Saya sangat berterima kasih untuk itu,” kata Saibari.
Pemain kelahiran Barcelona pada 28 Januari 2001 itu kemudian memulai perjalanan sepak bola di Belgia bersama KRC Genk. Kariernya berkembang pesat setelah bergabung dengan PSV Eindhoven.
Performa bersama PSV pada musim 2025/2026 akhirnya membuka jalan menuju Munich. Saibari mencetak 19 gol dan menghasilkan sembilan asis, kontribusi yang kuat untuk pemain dengan peran utama sebagai gelandang serang.
Bayern Menyiapkan Kontrak Jangka Panjang
Bayern memperkenalkan Saibari di Säbener Straße pada Jumat, 14 Agustus 2026. Transfer ini bernilai 50 juta euro, sedangkan kontraknya berlaku hingga 2031.
| Rincian | Nilai |
|---|---|
| Klub asal | PSV Eindhoven |
| Biaya kepindahan | 50 juta euro |
| Durasi kesepakatan | Hingga 2031 |
| Musim 2025/2026 | 19 gol dan 9 asis |
Max Eberl selaku direktur olahraga Bayern menjelaskan bahwa klub mencari pemain yang mampu memberi variasi. Saibari dipandang sesuai karena tidak terikat pada satu posisi saja.
“Bahwa kami berfokus pada fleksibilitas. Pada pemain yang bisa memainkan berbagai posisi berbeda dan membawa sesuatu yang baru ke dalam permainan kami, yang mungkin belum kami miliki di musim lalu,” kata Eberl.
Nomor 10 yang Siap Bergeser
Saibari menyatakan nomor 10 merupakan posisi yang paling disukainya. Namun, ia siap dimainkan di sayap atau lebih dalam, sesuai keadaan pertandingan dan kebutuhan tim.
“Posisi favorit saya adalah sebagai pemain nomor sepuluh, semua orang tahu itu. Namun saya bisa mengisi berbagai posisi, dalam pertandingan lagipula kita selalu bertukar posisi,” tutur Saibari.
Fleksibilitas itu relevan dengan pola permainan Vincent Kompany yang menuntut mobilitas tinggi. Saibari menilai gaya Bayern saat ini menawarkan banyak pergerakan serta intensitas yang cocok dengan karakternya.
“Sejak Vincent Kompany datang, Bayern memainkan gaya yang berbeda, dengan lebih banyak pergerakan dan intensitas tinggi,” kata Saibari. Ia juga menilai Bayern selalu bermain agresif dalam mencari peluang.
Keyakinan yang Terbentuk di Liga Champions
Bayern telah mengenal Saibari sejak sebelum proses transfer diselesaikan. Penampilannya saat menghadapi Bayern di Liga Champions pada fase penyisihan menjadi penegasan akhir bagi klub.
“Kami sudah mengenal Ismael lebih lama. Dorongan nyata terakhir bahwa dia adalah pemain untuk FC Bayern terjadi saat pertandingan melawan kami,” ujar Eberl.
Saibari juga membawa pengalaman internasional setelah membantu Maroko menembus perempat final Piala Dunia. Cedera paha yang dialaminya pada turnamen tersebut telah pulih, sehingga ia dipastikan dalam kondisi fit.
Ia berpeluang menjalani pertandingan pembuka Bundesliga bersama Bayern melawan VfB Stuttgart pada 28 Agustus 2026. Kemampuan berbahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Arab, dan Belanda diharapkan membantunya beradaptasi, sementara bahasa Jerman menjadi target berikutnya dalam enam bulan.






