Pertarungan Islam Makhachev melawan Ian Machado Garry di UFC 330 membawa dua taruhan besar bagi sang juara. Selain mempertahankan sabuk kelas welter untuk pertama kalinya, Makhachev dapat melampaui rekor kemenangan beruntun Anderson Silva jika menang.
Makhachev telah mencatatkan 16 kemenangan beruntun sejak 2016. Kemenangan atas Garry akan menjadi yang ke-17 dan menempatkannya di atas Anderson Silva dalam catatan rentetan kemenangan terpanjang UFC.
Pertahanan Gelar Pertama di Kelas Welter
Makhachev merebut gelar kelas welter dari Jack Della Maddalena dan kini langsung menghadapi tantangan dari penantang peringkat kedua. Garry datang dengan 17 kemenangan di MMA, termasuk tujuh kemenangan melalui duel atas.
Perebutan sabuk ini dijadwalkan berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Minggu pagi WIB, 16 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi laga utama UFC 330.
| Aspek | Islam Makhachev | Ian Machado Garry |
|---|---|---|
| Status | Juara kelas welter UFC | Penantang peringkat kedua |
| Catatan penting | 16 kemenangan beruntun sejak 2016 | 17 kemenangan MMA, 7 lewat duel atas |
| Target | Mempertahankan gelar dan kemenangan ke-17 | Merebut sabuk kelas welter |
Garry juga membawa status tak terkalahkan ke dalam pertandingan ini. Modal tersebut menjadikan laga bukan hanya pertarungan perebutan gelar, melainkan benturan antara ambisi sejarah Makhachev dan rekor sempurna penantangnya.
KO Menjadi Target Sang Juara
Makhachev tidak ingin mengulang pendekatan yang digunakannya saat mengalahkan Della Maddalena. Ia mengaku tidak puas karena kala itu terlalu berfokus mencari penguncian demi memastikan gelar berpindah tangan.
“Saya tidak puas dengan pertarungan menghadapi Jack. Saya hanya mau menguncinya demi menangkan gelar,” kata Makhachev, seperti dikutip MMA Junkie.
Ke depan, Makhachev memberi sinyal untuk tampil lebih meyakinkan dalam pertukaran serangan. Ia bahkan menyebut knockout sebagai kemungkinan cara untuk menuntaskan duel melawan Garry.
“Nanti hadapi Ian, saya mungkin akan menuntaskannya dengan KO,” ujar Makhachev. Ancaman itu akan menguji kemampuan Garry untuk mengantisipasi pertarungan berdiri maupun permainan grappling lawannya.
Respons Garry dan Prediksi McGregor
Garry menegaskan tidak akan menghindari permainan gulat Makhachev. Ia menyatakan kesiapan bertarung dengan cara apa pun dan percaya diri pada teknik pertahanannya.
“Saya akan hadapi Islam dengan cara apapun. Saya berani bergulat dengannya, saya punya teknik bertahan yang bagus,” tegas Garry.
Conor McGregor mendukung kepercayaan diri Garry melalui unggahan Instagram. Ia menilai petarung Irlandia itu menjalani persiapan serius serta ronde sparring yang solid.
Mantan juara UFC dua divisi tersebut juga melihat Makhachev masih harus membuktikan diri di kelas welter. McGregor menilai adaptasi di divisi baru tetap menjadi beban bagi Makhachev meski sudah menyandang status juara.
“Ian tentu saja akan bermain dengan aman. Makhachev juga punya banyak hal yang harus dipertaruhkan, termasuk lantaran dia masih butuh pembuktian di kelas welter,” tutur McGregor.
McGregor memperkirakan pertarungan berlangsung panjang dan ketat sebelum Garry menemukan momentum pada ronde akhir. Ia menyebut tendangan tinggi kaki kanan ke kepala sebagai skenario yang dibayangkannya dapat membawa Garry menang.
Janji kepada Putra Garry
Persaingan menuju pertarungan sempat diwarnai momen hangat seusai sesi tatap muka. Putra Garry menangis karena tidak sempat berfoto dengan Makhachev, lalu juara asal Dagestan itu berjanji akan menemuinya.
“Ya, tentu saja kami akan menemuinya. Saya tidak melihatnya di sana tadi, tapi saya akan membuatnya bahagia,” ungkap Makhachev.
Penggemar di Indonesia dapat menyaksikan duel melalui layanan live streaming Vidio mulai pukul 08.00 WIB. Pertarungan ini akan menjawab peluang Makhachev mencetak rekor baru atau keberhasilan Garry merebut gelar kelas welter.






