Runjaic Tak Mau Ambil Risiko, Udinese Pasang Kekuatan Penuh Hadapi Padova

Kosta Runjaic memilih memasang kekuatan penuh ketika Udinese menghadapi Padova di babak 32 besar Coppa Italia. Laga pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi pertandingan resmi pertama musim ini dan dipakai untuk membangun momentum sejak awal.

Keputusan tersebut lahir dari pandangan bahwa Coppa Italia menawarkan jalan terpendek menuju kompetisi Eropa. Udinese ingin memulai turnamen dengan hasil baik, tetapi juga mengejar performa yang dapat menjadi fondasi perjalanan musim ini.

“Skenario terbaik besok adalah kami mendapatkan hasil sekaligus performa,” kata Runjaic. Pelatih asal Jerman itu mengakui timnya menjadi favorit, namun menekankan bahwa laga piala selalu membuka peluang kejutan.

Udinese pernah menunjukkan hasil baik dalam laga awal Coppa Italia di bawah arahan Runjaic. Mereka menang 4-0 atas Avellino dan menaklukkan Carrarese 2-0 pada Agustus 2025.

Formasi dan Pemain yang Disiapkan

Udinese akan menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan Maduka Okoye sebagai penjaga gawang. Okoye kembali dipercaya setelah pulih dari cedera dan menjadi salah satu pilihan utama di bawah mistar.

James Abankwah, Matteo Palma, serta Oumar Solet menempati tiga posisi di lini pertahanan. Mergim Vojvoda, Jakub Piotrowski, Jesper Karlstrom, dan Hassane Kamara akan mengisi sektor tengah.

Nicolò Zaniolo dan Jurgen Ekkelenkamp mendapat peran mendukung Keinan Davis di lini depan. Susunan tersebut memperlihatkan keinginan Udinese untuk tampil serius sejak putaran pertama.

TimFormasiPemain KunciKarakter Pendekatan
Udinese3-4-2-1Maduka Okoye, Keinan DavisMengandalkan skuad utama
Padova3-5-2Kevin Lasagna, Gianluca CaprariMemakai duet penyerang

Padova dan Faktor Kevin Lasagna

Padova akan merespons dengan sistem 3-5-2 serta duet Kevin Lasagna dan Gianluca Caprari. Lasagna menjadi figur yang menarik perhatian karena pernah memperkuat Udinese.

Ancaman Padova terutama datang dari kemampuan dua penyerang mereka untuk menekan tiga bek tuan rumah. Derbi ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Padova dalam kompetisi piala domestik.

Runjaic memiliki hampir seluruh pemain untuk menyusun timnya. Zanoli dan Chakvetadze menjadi dua nama yang tidak tersedia, sedangkan Unai Gomez dinyatakan siap dimainkan.

Goglichidze sempat mendapat benturan pada sesi latihan. Kondisinya tidak disebut serius, tetapi masih akan dievaluasi menjelang laga melawan Padova.

Target Jauh dan Tantangan Pertahanan

Jika menang, Udinese akan melanjutkan perjalanan dengan menghadapi pemenang laga Venezia melawan Modena pada awal September. Atalanta berpotensi menanti di babak 16 besar jika hasil pertandingan mengikuti bagan yang ada.

Target menuju fase akhir membuat Runjaic tidak menempatkan Coppa Italia sebagai kompetisi sampingan. “Coppa Italia sangat penting bagi kami dan merupakan jalan terpendek menuju Eropa, kami ingin memulai dengan langkah yang benar dan mendapatkan momentum untuk melaju dengan baik,” ujarnya.

Persiapan tim juga diwarnai kehilangan Kristensen, yang disebut Runjaic sebagai titik acuan. Sang pelatih kini berfokus mengembangkan bek-bek muda agar mampu menjawab kebutuhan di lini belakang.

“Pada awalnya kami akan merindukannya, tetapi sekarang kami harus fokus pada peningkatan bek muda kami,” kata Runjaic. Ia memandang latihan sehari-hari penting, tetapi pertandingan tetap menjadi tahap utama untuk menilai perkembangan pemain.

Runjaic berharap Udinese melanjutkan fondasi permainan yang dibangun pada Fvg Cup. Meski demikian, ia menyadari pertandingan pertama musim resmi dapat menghadirkan kesulitan yang belum terlihat pada masa persiapan.

Baca Juga