Rumah Cilandak Diisi Siapa, Kubu Ruben Onsu Rinci Pembayaran Lift, AC, dan Furnitur

Persoalan mengenai siapa yang mengisi Rumah Cilandak memunculkan rincian baru dari pihak Ruben Onsu. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyebut Ruben membayar furnitur Rp3 miliar, lift Rp504 juta, dan AC Rp400 juta.

Pemaparan itu menjadi bantahan terhadap pernyataan Sarwendah yang menyebut pengisian rumah sejak awal dilakukan olehnya. Minola mengatakan pihaknya memiliki bukti transfer untuk sejumlah pembayaran yang berkaitan dengan fasilitas hunian tersebut.

Sarwendah pernah membicarakan rumah itu pada Oktober 2024 saat berbincang dengan Richard Lee. Ia mengakui adanya biaya yang dibayarkan oleh ayah anak-anaknya, tetapi membedakan pembayaran tersebut dengan pengisian rumah.

“Menurut aku [soal rumah], enggak ada salahnya, memang ada biaya yang dibayarkan ayahnya, kan ayahnya. Tapi kalau misalnya isi rumah, dari awal isi rumah, itu aku,” kata Sarwendah kala itu. Ia juga menekankan bahwa perempuan mampu mengusahakan kebutuhan mereka sendiri.

Versi pihak Ruben mengenai pembayaran

Minola menilai kontribusi Ruben terhadap rumah perlu disampaikan secara lengkap. Menurutnya, keterangan mengenai isi rumah tidak dapat dipisahkan dari pembayaran furnitur dan fasilitas yang telah dilakukan.

KebutuhanNilaiInformasi Pembayaran
LiftRp504 jutaDisebut disertai bukti transfer
ACRp400 jutaTiga kali pembayaran
FurniturRp3 miliarAwal Rp250 juta, 12 kali cicilan, lalu lunas

Untuk lift, Minola menyatakan Ruben membayar Rp504 juta. “Di rumah itu ada liftnya, yang bayar biaya liftnya itu senilai Rp504 juta itu adalah Ruben. Ada bukti transfernya,” kata Minola dalam pernyataan yang diberitakan detikHot pada Jumat (24/7).

Pengadaan AC disebut menelan biaya total Rp400 juta. Angka itu terbagi dalam tiga pembayaran, yaitu Rp200 juta, Rp100 juta, dan Rp100 juta.

Minola juga menyebut dana Rp3 miliar digunakan untuk furnitur. Tagihan furnitur itu disebut telah muncul sebelum rumah selesai dibangun.

Pembayaran furnitur pada awalnya dilakukan sebesar Rp250 juta dengan skema 12 kali cicilan. Setelah melalui skema tersebut, pembayaran disebut sudah dilunasi.

Rumah dibangun dengan utang lebih dari Rp10 miliar

Rumah mewah di Cilandak disebut dibangun di atas utang lebih dari Rp10 miliar. Status rumah dan pengeluaran untuk kelengkapannya kemudian menjadi bagian dari isu yang diperdebatkan kedua pihak.

Pihak Ruben menegaskan pengungkapan pembayaran tidak dimaksudkan sebagai ajang memamerkan pengeluaran. Minola menyatakan langkah itu diambil semata-mata untuk mengklarifikasi pernyataan yang beredar tentang kontribusi Ruben.

Sarwendah dan anak-anaknya kini telah pindah dari rumah tersebut. Kepindahan itu disebut ditujukan untuk menyediakan suasana yang lebih tenang bagi kedua anak mereka.

Pihak Sarwendah sebelumnya mengatakan rumah itu tidak lagi dirasakan aman karena didatangi penagih utang. Ruben menanggapi alasan tersebut dengan ucapan, “Antara nyaman sama main aman kan beda tipis.”

Mediasi hak asuh dijadwalkan Agustus 2026

Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah tidak hanya mencakup rumah serta nafkah. Keduanya juga sedang menjalani proses gugatan hak asuh anak.

Agenda mediasi kedua dijadwalkan pada 6 Agustus 2026. Mediasi itu akan berlangsung dalam jangka waktu maksimal 30 hari.

Baca Juga