AS Roma memasuki pekan pembuka Serie A dengan pekerjaan rumah besar setelah bermain imbang 2-2 melawan Borussia Dortmund. Kelemahan dalam mengantisipasi bola mati terlihat jelas ketika Serhou Guirassy menyamakan skor pada laga pramusim terakhir itu.
Roma sempat berada dalam posisi sangat nyaman karena unggul 2-0 pada sembilan menit awal. Namun, keunggulan tersebut hilang sebelum jeda dan memperpanjang sorotan terhadap ketahanan lini belakang tim Gian Piero Gasperini.
Persiapan Terakhir Sebelum Laga Resmi
Pertandingan di Signal Iduna Park pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi pemanasan kompetitif terakhir bagi kedua tim. Roma akan melanjutkan agenda musimnya dengan menghadapi Fiorentina di Stadion Olimpico pada 24 Agustus 2026.
Hasil melawan Dortmund memberi dua gambaran yang berbeda bagi Giallorossi. Mereka mampu menyerang dengan cepat dan efektif, tetapi kesulitan menjaga organisasi pertahanan saat mendapat tekanan.
Dalam lima laga uji coba utama melawan Cannes, Cardiff, Newport, Brighton, dan Dortmund, Roma sudah kemasukan 13 gol. Catatan itu menjadi penting karena dua hasil tanpa kebobolan hanya didapat saat melawan Roma Primavera dan Trastevere.
Dua pertandingan tanpa kebobolan tersebut merupakan bagian dari agenda persiapan yang berbeda. Karena itu, catatan melawan lima lawan utama lebih mencerminkan tantangan yang harus dihadapi Roma menjelang kompetisi resmi.
Dua Gol dalam Sembilan Menit
Roma membuka pertandingan dengan serangan yang langsung menghasilkan gol. Paulo Dybala mencetak gol pada menit ke-4 melalui tembakan mendatar menggunakan kaki kiri.
Pemain asal Argentina itu kembali menjadi penghubung gol kedua timnya. Sepak pojok Dybala pada menit ke-9 disundul Bryan Cristante untuk membawa Roma memimpin 2-0.
| Pemain | Tim | Menit | Skor |
|---|---|---|---|
| Paulo Dybala | AS Roma | 4 | 0-1 |
| Bryan Cristante | AS Roma | 9 | 0-2 |
| Julian Ryerson | Borussia Dortmund | 12 | 1-2 |
| Serhou Guirassy | Borussia Dortmund | 28 | 2-2 |
Dortmund segera memperkecil kedudukan melalui Julian Ryerson pada menit ke-12. Setelah itu, Guirassy mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-28 dalam situasi bola mati yang gagal diantisipasi Roma.
Svilar Menghentikan Peluang Tuan Rumah
Tekanan Dortmund tidak berhenti setelah babak pertama dan mereka nyaris mencetak gol ketiga. Karetsas melepaskan tembakan yang mengenai mistar ganda, sedangkan Mile Svilar menggagalkan beberapa peluang penting termasuk sepakan Fabio Silva.
Gasperini memasukkan Manu Koné, Nahuel Molina, Konstantinos Koulierakis, dan Lucas Beltrán untuk menyegarkan tim dalam formasi 3-4-2-1. Roma mampu menjaga skor tetap imbang, walau Dortmund terus menekan hingga menit akhir.
Dybala masih mendapat peluang untuk mengubah hasil pada menit ke-85 melalui tendangan bebas. Gregor Kobel menepis bola tersebut, sehingga skor 2-2 bertahan sampai peluit akhir.
Roma membawa pulang modal berupa ketajaman Dybala dan kontribusi Cristante, serta penampilan penting Svilar di bawah tekanan. Namun, pembenahan pertahanan dan antisipasi bola mati akan menjadi kebutuhan mendesak sebelum menjamu Fiorentina.






