Rita Nasution memilih memasarkan rumah sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang di usia 70 tahun. Penyanyi yang juga bekerja sebagai agen properti itu menilai aktivitas yang menghasilkan lebih baik daripada hanya berdiam diri.
Menurut Kompas.com, Rita tidak dibebani kewajiban untuk menjual properti tertentu. Tidak adanya target penjualan yang mengikat membuat ia dapat menawarkan rumah berdasarkan peluang dan kebutuhan calon pembeli.
Aktivitas tersebut membawanya ke segmen rumah bernilai miliaran rupiah dengan karakter pembeli yang sangat spesifik. Dalam pasar ini, agen tidak cukup hanya menunjukkan bangunan, tetapi juga perlu memahami standar dan impian calon pemilik rumah.
Rita menilai pembeli yang memiliki kemampuan finansial besar biasanya memeriksa banyak rincian sebelum mengambil keputusan. Ia menganggap ketelitian itu wajar karena harga rumah yang mereka pertimbangkan dapat mencapai puluhan miliar rupiah.
“Makin punya uang, makin detail tentu saja,” ujar Rita. Ia menekankan bahwa pembeli berhak menentukan sendiri standar rumah yang ingin mereka miliki.
Mencari Rumah Sesuai Kriteria
Perbedaan ekspektasi membuat sebuah penawaran tidak selalu langsung berakhir dengan transaksi. Jika rumah yang tersedia belum sesuai, Rita memilih mencari properti lain yang lebih mendekati kriteria pembeli.
Ia mengakui ada calon pembeli yang dianggap rewel dalam tahap pencarian. Namun, ia memandang proses tersebut sebagai risiko sekaligus bagian dari pekerjaan broker properti.
Pendekatan itu penting karena rumah mewah tidak hanya dinilai dari satu unsur. Luas lahan, kelengkapan fasilitas, dan kesesuaian dengan gaya hidup yang dibayangkan pembeli dapat menjadi pertimbangan dalam proses penawaran.
Kolam Renang Memiliki Nilai Simbolis
Salah satu fasilitas yang menurut Rita kuat melekat pada gambaran hunian premium adalah kolam renang. Ia menilai rumah dengan fasilitas tersebut lebih mudah ditawarkan kepada kelompok pembeli tertentu.
Rita menyebut kolam renang kerap dipandang sebagai lambang status sosial pemilik rumah. Pernyataan itu disampaikan saat ia berbincang dengan Raditya Dika mengenai daya tarik rumah yang memilikinya.
“Kayaknya satu lambang yang kaum the have itu harus punya swimming pool. Rasanya seperti itu,” tutur Rita. Ia tidak merinci alasan tunggal di balik penilaian tersebut, tetapi melihat fasilitas itu sebagai bagian dari citra rumah mewah.
Pengalaman Rita di segmen properti bernilai tinggi menunjukkan bahwa fasilitas dapat membentuk persepsi calon pembeli terhadap sebuah hunian. Kolam renang, dalam hal ini, bukan sekadar tambahan bangunan bagi sebagian pembeli berdaya beli besar.
Rumah Rp120 Miliar dengan Fasilitas Lengkap
Rita sempat dikenal luas melalui konten media sosial yang menawarkan sebuah rumah seharga Rp120 miliar. Properti tersebut memiliki luas tanah 1.280 meter persegi.
Rumah itu dilengkapi tujuh kamar tidur, lift, dan kolam renang. Kombinasi ukuran lahan serta fasilitasnya memperlihatkan jenis properti yang dipasarkan Rita.
Konten penawaran rumah tersebut memancing beragam respons dari pengguna media sosial. Sejumlah pengguna menulis komentar bernada humor, termasuk keinginan untuk melihat rumah dengan harga yang lebih mahal.
Bagi Rita, pemasaran rumah mewah tetap bergantung pada kecocokan antara properti dan calon pembeli. Fasilitas seperti kolam renang dapat menguatkan daya tariknya, tetapi keputusan pembelian tetap dipengaruhi standar rinci yang dibawa masing-masing pembeli.






