Rekor Kandang Las Palmas Menggoda, tetapi Debut Pelatih Baru Tak Akan Mudah

Las Palmas memiliki alasan kuat untuk percaya diri ketika membuka LALIGA HYPERMOTION 2026/27 di Stadion Gran Canaria. Mereka memenangi 14 dari 19 pertandingan kandang melawan Albacete BP, dengan tiga hasil imbang dan hanya dua kekalahan.

Namun, rekor itu akan diuji dalam debut resmi Rubén de la Barrera sebagai pelatih Las Palmas. Tuan rumah memasuki pertandingan dengan sejumlah pemain belum siap, sementara perubahan besar terjadi di lini pertahanan.

Las Palmas dan Albacete akan bertemu pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 20.30 waktu setempat. Duel tersebut menjadi langkah pertama kedua tim untuk membangun ritme dan keyakinan pada musim baru.

Target Promosi Bertemu Skuad yang Belum Utuh

De la Barrera ditugaskan mengarahkan Las Palmas kembali ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Target itu muncul setelah Amarillos mengumpulkan 73 poin pada musim lalu, tetapi gagal promosi.

Viti, Recoba, Sandro, dan Ale García masih berada dalam pemulihan kebugaran dari musim sebelumnya. Enrique Clemente juga harus menepi karena cedera lutut yang dialaminya pada pramusim.

Jesé Rodríguez belum berada pada level kebugaran terbaik. Kondisi tersebut membuatnya diperkirakan akan memulai pertandingan dari bangku cadangan.

TimPemain Absen atau DiragukanKondisi
UD Las PalmasViti, Recoba, Sandro, Ale García, Enrique ClementePemulihan kebugaran dan cedera lutut
Albacete BPAgus, Higinio, Víctor Valverde, Puertas, Pacheco, Capi, Javi VillarCedera

Susunan Belakang Baru Menanti Ujian

Las Palmas tidak lagi diperkuat Sergio Barcia dan Mika Mármol. Untuk menutup kekosongan itu, klub menyiapkan Opoku dan Bonfanti sebagai bagian dari opsi pertahanan baru.

Álex Suárez, Herzog, dan Rafa Cruz turut diproyeksikan mendapat kesempatan pada awal musim. Rafa Cruz dapat menjadi pemain termuda ketiga dalam sejarah Las Palmas apabila De la Barrera menurunkannya, setelah Pedri dan Omar Fleitas.

Perhatian juga mengarah ke sektor serang karena Manu Fuster dan Jefté Betancor pernah membela Albacete. Jefté dapat mencatatkan sejarah sebagai debutan tertua Las Palmas jika tampil pada usia 33 tahun, 1 bulan, dan 10 hari.

De la Barrera menyampaikan keinginannya mengawali kompetisi dengan performa positif. “Saya berharap dan bersemangat untuk memainkan pertandingan yang hebat dan meraih kemenangan,” kata pelatih tersebut.

Albacete Mengandalkan Ide Bermain

Albacete datang dengan persoalan personel yang lebih luas. Agus, Higinio, Víctor Valverde, Puertas, Pacheco, Capi, dan Javi Villar tidak dapat dimainkan karena cedera.

Alberto González kemudian memanggil Fabio, Velilla, Tomás Inglés, dan Diego dari tim junior. Langkah itu menunjukkan besarnya kebutuhan tim untuk melengkapi skuad pada pertandingan pembuka.

Alberto menyatakan tetap bersemangat menghadapi musim baru meski timnya bekerja dengan keterbatasan. Ia juga menilai anggaran Albacete tidak memungkinkan mereka bersaing dengan banyak klub.

“Kami tidak bisa bersaing dalam hal anggaran dengan banyak tim, tetapi saya percaya bahwa mempertahankan ide dan pemain sering kali dapat menyetarakan kekuatan antar tim,” ujar Alberto González. Pendekatan itu menjadi tumpuan Albacete saat menghadapi tekanan dari rekor kandang Las Palmas.

Gelandang Kirian Rodríguez menilai Las Palmas harus mengumpulkan poin sejak awal tanpa kehilangan arah. “Tim harus mulai secara bertahap, dengan sensasi yang baik, meraih poin, dan mencapai 50 poin secepat mungkin,” ujar Kirian.

Keunggulan statistik di Gran Canaria memberi Las Palmas dasar optimisme, tetapi tidak menjamin jalannya pertandingan. Laga pembuka ini akan mengukur kesiapan skema De la Barrera dan daya tahan Albacete di tengah krisis pemain.

Baca Juga