Rabat Menjadi Arena Penentu Nasib Infantino di Tengah Desakan Mundur Konfederasi

Rabat, Maroko, akan menjadi lokasi penentuan masa depan Gianni Infantino di kursi Presiden FIFA. Kongres FIFA ke-77 pada 18 Maret 2027 dijadwalkan memilih pemimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.

Patrice Motsepe meminta semua pihak menunggu putusan dari 211 asosiasi anggota FIFA dalam pemungutan suara itu. Presiden CAF tersebut menilai mekanisme pemilihan harus menjadi jalur utama untuk menilai legitimasi kepemimpinan Infantino.

“Pemilihan akan berlangsung tahun depan. Kita harus membiarkan proses itu berjalan dan membiarkan 211 anggota yang memutuskan,” kata Motsepe, seperti dilansir Reuters pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pencalonan Dibuka bagi Penantang

Motsepe menegaskan pemilihan di Rabat tidak hanya ditujukan bagi Infantino yang kembali mencalonkan diri. Siapa pun yang ingin bersaing dapat mengajukan nama melalui prosedur pencalonan yang berlaku di FIFA.

Ia menyebut langkah pencalonan sebagai cara yang tepat bagi pihak yang ingin mengubah kepemimpinan organisasi. “Jika ada kandidat yang ingin menantangnya, silakan ajukan nama mereka. Itu adalah langkah yang tepat,” ujar Motsepe.

Pernyataan itu disampaikan ketika tekanan terhadap Infantino datang dari beberapa konfederasi. UEFA, AFC, dan CONCACAF disebut menyatakan penolakan terbuka serta mendesak Infantino mundur dari jabatannya.

Motsepe tidak meminta perbedaan pandangan tersebut diabaikan. Ia menekankan bahwa ketidakpuasan harus tetap disalurkan melalui tata kelola FIFA, bukan melalui cara yang mengesampingkan proses demokratis organisasi.

Keluhan Harus Bisa Diperiksa

Menurut Motsepe, setiap pejabat wajib siap mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakannya. Pengawasan tetap diperlukan apabila ada tindakan yang tidak mencerminkan prosedur semestinya atau tata kelola yang baik.

“Jika saya, sebagai presiden, bertindak dengan cara yang tidak mencerminkan prosedur yang semestinya atau tata kelola yang baik, saya harus siap diperiksa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” katanya.

Ia memandang pemeriksaan terhadap pemimpin bukan alasan untuk meninggalkan aturan organisasi. Jika ada pihak yang ingin mengganti seorang pemimpin, Motsepe meminta mereka menggunakan jalur pemilihan.

“Jika ada pihak yang memiliki masalah dengan siapa pun, baik itu Gianni maupun orang lain, ikutilah prosedur FIFA. Dan jika Anda ingin melengserkannya, tempuhlah jalur pemilihan. Sesederhana itu,” ujarnya.

Tekanan Muncul di Tengah Persoalan Investasi

Kritik terhadap arah kepemimpinan Infantino antara lain mengemuka setelah upaya FIFA mendatangkan investasi swasta ke sejumlah kompetisi tidak berjalan sesuai rencana. Piala Dunia termasuk kompetisi yang disebut dalam upaya tersebut.

Di tengah situasi itu, Motsepe menekankan pentingnya persatuan serta kerja sama di antara anggota FIFA. Ia menilai sepak bola internasional harus tetap dapat berkembang setelah menghadapi dan menyelesaikan tantangan yang ada.

CAF masih menyatakan dukungan kepada Infantino meski tekanan dari sejumlah konfederasi meningkat. Motsepe mengatakan dukungan itu berkaitan dengan kesetiaan Infantino terhadap sepak bola Afrika.

Pemungutan suara di Kongres FIFA mendatang akan memperlihatkan posisi mayoritas anggota terhadap Infantino. Hasilnya akan menentukan apakah ia masih memperoleh kepercayaan untuk memimpin FIFA berikutnya.

Baca Juga