Promotor Bebas, Dokter Ring Tetap Hadapi Gugatan Cedera Prichard Colón

Ketika dua promotor telah dibebaskan, gugatan atas cedera otak permanen Prichard Colón justru menyisakan satu fokus utama, yakni peran dokter ring. Dr. Richard Ashby menjadi tergugat tersisa dalam tuntutan ganti rugi lebih dari US$50 juta yang diajukan keluarga mantan petinju Puerto Riko itu.

Pengadilan menilai promotor tidak bertanggung jawab atas keputusan medis dokter ring maupun wasit. Penilaian itu membuat sengketa kini berpusat pada dugaan kelalaian dalam merespons kondisi Colón saat pertandingan berlangsung.

Perubahan Posisi Para Tergugat

PihakStatus TerkiniDasar Status
Dr. Richard AshbyTergugat tersisaKlaim kelalaian medis masih diperiksa
DiBella EntertainmentDibebaskanTidak bertanggung jawab atas keputusan dokter atau wasit
Headbanger’s PromotionsDibebaskanTidak bertanggung jawab atas keputusan dokter atau wasit

DiBella Entertainment dan Headbanger’s Promotions termasuk pihak yang semula tercantum dalam gugatan. Seiring proses berjalan, pengadilan mengambil keputusan berbeda terhadap masing-masing tergugat.

Klaim terhadap Dr. Richard Ashby tetap diarahkan pada dugaan bahwa ia membiarkan pertandingan berlanjut. Keluarga menyebut Colón telah melaporkan sakit di belakang kepala dan pusing, yang mereka anggap sebagai gejala mengkhawatirkan.

Insiden yang Memicu Sengketa

Perkara berawal dari pertandingan Colón melawan Terrel Williams pada 2015. Dalam laga itu, keluarga menyatakan Colón menerima pukulan berulang sebelum kemudian mengalami kondisi darurat sesudah pertandingan berakhir.

Colón pingsan di ruang ganti dan segera dibawa ke rumah sakit. Dokter menemukan hematoma subdural berukuran besar, lalu melakukan operasi otak darurat untuk menyelamatkan nyawanya.

Hematoma subdural tersebut menjadi pusat tuntutan perdata keluarga. Mereka menilai tindakan medis yang lebih cepat dapat mengurangi dampak kerusakan otak permanen dan kebutuhan perawatan jangka panjang.

Besaran gugatan yang melampaui US$50 juta berkaitan dengan biaya perawatan yang disebut sangat ekstensif. Nilai itu juga menggambarkan dampak cedera yang terus dihadapi Colón setelah insiden di arena.

Perkara Tidak Berakhir di Investigasi Regulator

Regulator Virginia pernah melakukan pemeriksaan independen atas kejadian tersebut. Investigasi itu tidak menemukan pelanggaran aturan resmi oleh tim dokter atau pihak promotor.

Namun, hasil investigasi tersebut tidak serta-merta menghentikan gugatan keluarga. Sengketa perdata masih dapat menilai dugaan kelalaian berdasarkan proses dan pertimbangan hukum tersendiri.

Jalur hukum perkara ini juga pernah berubah ketika kasus dipindahkan ke pengadilan federal. Pada 2018, perkara dikembalikan ke Pengadilan Tinggi DC setelah hakim federal menyatakan persyaratan pemindahan tidak terpenuhi.

Keputusan mengenai forum pengadilan itu tidak menentukan siapa yang bertanggung jawab atas cedera Colón. Pokok perkara tetap berkaitan dengan dugaan penanganan medis di ring dan sesudah pertarungan.

Gugatan telah berjalan sejak Mei 2017 tanpa putusan pengadilan yang diumumkan kepada publik. Hingga Colón meninggal dunia pada usia 33 tahun, juga belum ada kesepakatan damai lebih dari US$50 juta yang diumumkan secara resmi.

Status tersebut mempertahankan perhatian terhadap tanggung jawab tenaga medis dalam olahraga tinju. Kasus Colón menempatkan keputusan di arena sebagai bagian penting dari pembahasan mengenai keselamatan petinju.

Baca Juga