Presiden Prabowo Subianto memasukkan sejumlah bahasa dunia ke dalam gagasan pembelajaran sejak kelas 1 SD, dari Inggris hingga Rusia. Usulan itu disampaikan sebagai bagian dari persiapan anak Indonesia menghadapi kebutuhan kerja yang semakin lintas negara.
Daftar bahasa yang disebut mencakup Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia. Prabowo memandang pengenalan sejak pendidikan dasar dapat memberi anak-anak kemampuan tambahan ketika mereka kelak mencari pekerjaan.
Bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab menjadi bahasa yang disebut Prabowo dalam penjelasan awalnya. Ia juga menyinggung Jepang dan Korea sebagai bahasa dari negara-negara maju.
Spanyol serta Prancis turut masuk dalam daftar bahasa yang dianggap penting. Adapun bahasa Rusia dikaitkan dengan kekuatan Rusia dalam bidang sains dan teknologi.
Bahasa yang Masuk Perhatian Pemerintah
| Bahasa | Keterangan |
|---|---|
| Inggris | Disebut sebagai bahasa penting yang perlu dikenalkan sejak kelas 1 SD. |
| Mandarin | Dikaitkan dengan Tiongkok sebagai ekonomi yang paling dinamis. |
| Arab | Masuk kelompok bahasa asing yang perlu dipelajari. |
| Jepang dan Korea | Disebut dalam konteks negara-negara maju. |
| Spanyol dan Prancis | Turut menjadi bagian dari daftar bahasa penting. |
| Rusia | Dihubungkan dengan kemampuan sains dan teknologi Rusia. |
Prabowo menyampaikan gagasan tersebut dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI. Pidato itu disampaikan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, mandarin, Arab,” ujar Prabowo. Pernyataan itu menunjukkan keinginannya agar pengenalan bahasa tidak menunggu jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dikaitkan dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Prabowo menilai perubahan kebutuhan kerja membuat kemampuan berbahasa asing semakin relevan. Penguasaan lebih dari satu bahasa dapat menjadi keunggulan bagi tenaga kerja yang ingin berinteraksi dengan pihak dari negara berbeda.
Ia juga menyoroti peluang kerja di luar negeri bagi warga Indonesia yang memiliki kemampuan lebih. Sektor sains dan teknologi menjadi salah satu bidang yang dikaitkan dengan pentingnya penguasaan bahasa asing.
“Nanti kalau masuk ke kalau sudah cari lapangan kerja merek punya kemampuan lebih bisa diterima di mana-mana. Bisa kerja dengan pihak manapun,” kata Prabowo. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat memperluas kemungkinan anak Indonesia diterima dalam berbagai lapangan pekerjaan.
Prabowo menyebut tenaga kerja Indonesia telah banyak dilirik negara lain, khususnya untuk sektor jasa. Pariwisata, keperawatan, rumah sakit, dan pekerjaan layanan lainnya menjadi bidang yang ia sebut secara langsung.
Ia menilai pekerja Indonesia memiliki karakter yang dihargai di banyak negara. “Orang Indonesia dikenal ramah ulet dan sopan, karena itu tenaga kerja kita diharapkan di dunia,” ujar Prabowo.
Bagian dari Penguatan Pendidikan
Pengenalan bahasa asing sejak SD disampaikan bersamaan dengan arah pembangunan infrastruktur pendidikan. Pemerintah, menurut Prabowo, terus membangun sekolah, universitas, dan asrama bagi pelajar.
Ia juga membahas sekolah rakyat dan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya. Fasilitas pendidikan tersebut akan dilengkapi ruang kelas untuk komputer.
Arah kebijakan itu dikaitkan dengan upaya memutus lingkaran kemiskinan melalui pendidikan. Dalam kerangka tersebut, kemampuan bahasa asing sejak awal sekolah dipandang sebagai bekal yang dapat memperluas peluang anak Indonesia pada masa mendatang.






