BAIC menutup GIIAS 2026 dengan 407 pesanan kendaraan, tetapi sorotan utamanya datang dari BJ30 HEV. Model hybrid itu mencatat 201 pesanan dan mengungguli T1, mobil listrik baterai baru BAIC yang memperoleh 139 unit.
Hasil tersebut menempatkan BJ30 HEV sebagai model terlaris BAIC selama pameran. Selisih 62 unit dari T1 menunjukkan minat konsumen terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan berjalan melalui dua pendekatan berbeda.
Dua Teknologi, Satu Kontributor Utama
BJ30 HEV dan T1 menjadi penyumbang terbesar pesanan BAIC dengan total gabungan 340 unit. Angka itu mendominasi capaian merek tersebut dibandingkan dua model lain yang masih menggunakan mesin bensin.
BJ30 HEV hadir di segmen hybrid yang telah diisi berbagai merek Jepang di Indonesia. Capaian selama GIIAS 2026 memberi sinyal bahwa pilihan hybrid dari merek China mulai memperoleh perhatian konsumen.
Sementara itu, T1 membuka pijakan BAIC pada pasar kendaraan listrik baterai atau BEV. Model tersebut menjadi BEV pertama BAIC yang dipasarkan di Indonesia dan diluncurkan ketika pameran sedang berlangsung.
| Model | Pesanan | Teknologi Penggerak |
|---|---|---|
| BJ30 HEV | 201 unit | Hybrid |
| T1 | 139 unit | Mobil listrik baterai |
| BJ40 Plus | 51 unit | Bensin |
| X55-II | 16 unit | Bensin |
Debut T1 di Segmen BEV
T1 tampil sebagai hatchback bergaya SUV untuk menghadapi pasar mobil listrik yang semakin ramai. BAIC menyiapkannya untuk bersaing dengan sejumlah model dari merek China lain, seperti Geely EX2 dan Chery Q.
Menurut ridertua.com, T1 telah lama ditunggu sebagai kendaraan listrik pertama BAIC di pasar Indonesia. Pencapaian 139 pesanan menjadi hasil yang berarti karena model itu masih berada pada tahap awal pemasaran.
T1 yang dijual BAIC sebenarnya berasal dari Arcfox, salah satu sub-merek di bawah perusahaan tersebut. Meski Arcfox batal hadir langsung di Indonesia, BAIC tetap membawa produk itu menggunakan nama dan identitasnya sendiri.
Strategi tersebut memungkinkan BAIC memperluas jajaran produknya tanpa kehadiran langsung Arcfox di pasar domestik. T1 lalu menjadi jawaban BAIC untuk kompetisi BEV yang dipenuhi banyak pendatang baru, terutama dari produsen China.
Bensin Masih Memiliki Peminat
BJ40 Plus menempati posisi ketiga dengan 51 pesanan selama pameran. X55-II mengikuti dengan 16 unit, sehingga model bensin tetap memberi kontribusi pada total pencapaian BAIC.
Perolehan itu menunjukkan minat pada SUV bermesin bensin belum hilang di tengah pilihan elektrifikasi yang bertambah. Namun, porsi pesanan terbesar tetap berada pada BJ30 HEV dan T1.
BAIC sebelumnya telah menjual sejumlah kendaraan bensin di pasar roda empat Indonesia. Kehadiran BJ30 HEV kemudian menambah opsi hybrid, sedangkan T1 memperluas pilihannya ke mobil listrik baterai.
Berdasarkan jajaran yang ditampilkan di GIIAS 2026, BAIC belum menawarkan model PHEV di Indonesia. Untuk saat ini, BJ30 HEV dan T1 menjadi dua andalan BAIC dalam jalur kendaraan yang lebih ramah lingkungan.






