Dua Sesi Sehari di Thailand, Persija Bangun Mesin untuk Permainan Intens Shin Tae-yong

Persija Jakarta menjalani latihan dua kali sehari selama pemusatan latihan di Thailand untuk membangun kesiapan menghadapi Super League 2026/2027. Sesi pagi diarahkan pada penguatan tubuh, sementara sore hari digunakan untuk mempertegas strategi dan taktik tim.

Pembagian program tersebut memperlihatkan arah persiapan Shin Tae-yong yang menempatkan fisik sebagai landasan permainan. Persija ingin memiliki skuad yang sanggup menjaga mobilitas tinggi tanpa kehilangan ketelitian dalam menjalankan instruksi.

Latihan Dibagi dalam Dua Fokus

Latihan pagi dipakai untuk mengembangkan kekuatan otot dan ketahanan tubuh pemain. Setelah itu, sesi sore menjadi ruang bagi tim untuk memantapkan unsur strategi serta taktik.

Jadwal SesiMateri Utama
PagiPenguatan otot dan ketahanan tubuh
SorePemantapan strategi dan taktik

Persija tidak memisahkan target kebugaran dari kebutuhan permainan tim. Kekuatan fisik disiapkan agar pemain mampu bergerak aktif, menutup ruang, dan bergantian mengisi posisi selama pertandingan berlangsung.

Dalam rancangan Shin, 10 pemain di luar penjaga gawang diharapkan memiliki daya jelajah luas. Karakter itu membutuhkan stamina yang terjaga, ketahanan otot, serta kemampuan menyesuaikan posisi tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

Fokus dan Konsentrasi Menjadi Pertaruhan

Shin Tae-yong memandang kondisi fisik sebagai unsur yang memengaruhi fokus pemain secara langsung. Pemain dengan kebugaran yang baik dinilai lebih mampu mempertahankan konsentrasi ketika ritme permainan menuntut intensitas tinggi.

“Dasar utama dalam sepakbola adalah fisik. Hanya jika memiliki fisik yang kuat, fokus dan konsentrasi pemain juga akan meningkat pesat,” kata Shin Tae-yong.

Karena itu, program fisik menjadi tahap awal sebelum Persija memperdalam organisasi permainan. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan metode yang pernah digunakan Shin ketika menangani Timnas Indonesia.

Targetnya bukan hanya kesiapan menyelesaikan latihan berat. Persija memerlukan stamina yang stabil agar intensitas permainan tetap terjaga hingga laga memasuki fase akhir.

Beban Tidak Disamaratakan

Intensitas agenda di Thailand tidak berarti seluruh pemain menerima program yang sama. Tim pelatih menyesuaikan beban berdasarkan pengukuran fisik dasar, kekuatan otot, dan kadar lemak tubuh setiap pemain.

Penyesuaian itu ditujukan untuk menjaga peningkatan kondisi tubuh berlangsung bertahap. Persija ingin membangun kekuatan skuad tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang dapat menghambat persiapan musim baru.

“Kami tidak memaksakan latihan secara drastis, melainkan meningkatkan fisik secara bertahap sambil membentuk kekuatan otot yang sesuai,” ujar Shin. Ia berharap seluruh pemain dapat melewati pemusatan latihan tanpa mengalami cedera.

Program peningkatan kebugaran Persija telah dimulai sejak latihan perdana pada Juli lalu. Thailand menjadi tahap lanjutan yang penting sebelum perhatian tim bergeser lebih jauh kepada kekompakan permainan.

Detik Sport melaporkan perbaikan fisik dan pematangan taktik sebagai dua sasaran utama dalam agenda tersebut. Porsi program yang disesuaikan secara individual diharapkan membuat setiap pemain berkembang dalam ritme yang terukur.

Baca Juga