Permintaan motor listrik diproyeksikan mencapai 1,5 juta unit pada 2028. Proyeksi dari Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI itu menjadi alasan pemerintah mulai mengejar penguatan ekosistem kendaraan roda dua listrik.
Target awal yang dipasang adalah produksi 75 ribu unit motor listrik nasional sepanjang 2026. Angka tersebut berada dalam rencana kapasitas produksi hingga 100 ribu unit per tahun.
Program yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto ini tidak difokuskan pada satu merek atau model kendaraan. Pemerintah menempatkannya sebagai program industri yang mencakup produksi hingga kesiapan layanan untuk pengguna.
Industri Lokal dan Peluang Ekonomi
Penggunaan komponen dalam negeri ditargetkan menembus 60 persen. Target ini menghubungkan pengembangan motor listrik dengan penguatan rantai pasok domestik.
| Indikator | Target atau Proyeksi |
|---|---|
| Produksi pada 2026 | 75 ribu unit |
| Kapasitas tahunan | 100 ribu unit |
| Kandungan komponen dalam negeri | 60 persen |
| Kebutuhan pasar pada 2028 | 1,5 juta unit |
| Dampak ekonomi | Hingga Rp150 triliun |
| Lapangan kerja | Sekitar 215 ribu |
Bakom RI menyebut kapasitas produksi 100 ribu unit per tahun berpotensi memberi dampak ekonomi hingga Rp150 triliun. Keterangan yang dikutip oto.detik.com itu juga menyebut potensi penciptaan sekitar 215 ribu lapangan kerja.
Pemakaian kendaraan listrik dalam jumlah besar dinilai dapat mengurangi kebutuhan subsidi bahan bakar minyak. Pemerintah memperkirakan keseimbangan neraca dagang energi dapat membaik hingga Rp82,2 triliun.
Peran Len Industri dan Layanan Pengguna
PT Len Industri ditunjuk sebagai Lead Integrator untuk memimpin pelaksanaan program. Posisi tersebut menempatkan anggota Holding Defend ID itu sebagai pengorkestrasi kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan.
Pelaksanaan program mencakup kesiapan baterai, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, fasilitas pengisian daya, dan battery swapping. Kesiapan jaringan tersebut dibutuhkan agar pertumbuhan produksi tidak terlepas dari kebutuhan pasar.
Len Industri juga akan menghubungkan kerja sama industri dengan pengembangan layanan setelah pembelian. Keberhasilan target 2026 akan ditentukan oleh keterpaduan produksi, kandungan lokal, pembiayaan, serta infrastruktur pengisian.
Insentif bagi Calon Pengguna
Pemerintah menyiapkan pembelian motor listrik tanpa uang muka serta cicilan ringan. Prabowo menyatakan pilihan motor listrik dapat menghemat pengeluaran harian minimal 50 persen dibandingkan motor bensin.
Menurut Prabowo, penghematan tersebut dapat menyentuh 70 persen pada tingkat tertinggi. “Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” tutur Prabowo dalam peresmian program.
Sejumlah motor listrik lokal dipamerkan dalam acara itu, termasuk Alva dan Gesits. Cakra NX1 juga terlihat di panggung dan disebut sangat mirip dengan Alva N3, meski tidak diperkenalkan sebagai peluncuran khusus satu kendaraan.
Target produksi 75 ribu unit akan menjadi ukuran awal pelaksanaan program nasional ini. Peningkatan menuju kebutuhan pasar pada 2028 menuntut kesiapan industri dan layanan pengguna yang berjalan beriringan.






