Bukan Sekadar Kilau, Mondial Bentuk Perhiasan Api dengan Tekstur Meteor

Mondial menghadirkan tekstur menyerupai meteor yang mencair dalam koleksi perhiasan Fire bersama Nicholas Saputra. Pendekatan ini menggeser fokus desain dari sekadar kilau batu menuju bentuk yang membawa kesan energi api.

Elemen lelehan diterapkan pada sejumlah karya, termasuk bros dengan siluet ekspresif. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian karena kekeliruan kecil dapat membuat bagian perhiasan patah atau mengubah bentuk emas yang diinginkan.

Leslie Christian Saputra, General Manager Mondial dan lulusan gemologi GIA, menjelaskan bahwa rancangan seperti permukaan meteor cair memang disengaja. Detail tersebut menjadi salah satu cara menghubungkan bahan perhiasan dengan inspirasi benda pijar dari luar angkasa.

Api dalam Tiga Karakter

Mondial Precious Fire Collection mengangkat meteor, lava, dan nyala api sebagai dasar visualnya. Masing-masing unsur membawa karakter berbeda, tetapi bertemu dalam gagasan tentang kekuatan api.

Meteor mewakili api yang berada di atas manusia dan datang dari luar angkasa. Lava menggambarkan energi yang berada di dalam bumi, sedangkan nyala api menangkap pijar serta dinamika gerak.

InspirasiMakna dalam KoleksiPenekanan Desain
MeteorApi dari luar angkasaWujud tegas dan dramatis
LavaEnergi dari dalam bumiPermukaan seperti lelehan
Nyala apiPijar yang bergerakSusunan warna batu mulia

Nicholas Saputra mengembangkan gagasan tersebut sebagai Brand Ambassador sekaligus Creative Director Mondial Precious. Pembagian tiga karakter api itu menjadi landasan untuk menentukan bentuk, tekstur, dan perpaduan warna dalam koleksi.

Rancangan yang lahir tidak terbatas pada kalung atau cincin biasa. Koleksi ini juga mencakup multi-finger ring yang digunakan pada dua jari sekaligus serta bros dengan bentuk yang lebih bebas.

Gradasi Warna yang Tidak Seragam

Untuk membangun nuansa api, Mondial memakai emas 18 karat yang dipadukan dengan ruby, blue sapphire, orange sapphire, dan yellow sapphire. Warna batu disusun agar menciptakan peralihan yang mendukung karakter pijar.

Pengerjaan gradasi batu mulia menjadi bagian yang rumit karena tiap batu memiliki warna alami yang tidak sama. Tim perancang perlu mencocokkan tone, saturasi, serta intensitas sebelum batu dirangkai dalam satu desain.

Pada blue sapphire, tingkat terang dan gelap digunakan sebagai bagian dari transisi warna. Nicholas Saputra menilai hasil yang natural membutuhkan seleksi batu dan keterampilan perajin yang cermat.

Perpaduan warna tersebut memperkuat penggambaran nyala api tanpa mengabaikan wujud fisik perhiasan. Dengan begitu, kesan cair dari lava dan dramatis dari meteor dapat muncul bersama dalam satu bahasa desain.

Diperkenalkan di Bimasena

Mondial Precious x Nicholas Saputra: Fire Collection diperkenalkan di Bimasena, The Dharmawangsa, pada Sabtu (25/07). Koleksi ini menjadi kelanjutan dari eksplorasi filosofi api yang sebelumnya diperkenalkan pada Februari 2025.

Mondial memaknai api sebagai simbol ambisi, desire, dan passion. Koleksi Fire memperluas gagasan itu melalui perhiasan yang menggabungkan pemikiran artistik, rancangan visual, serta pengerjaan yang detail.

Hasilnya, unsur meteor tidak hadir hanya sebagai motif dekoratif. Inspirasi tersebut menjadi bagian dari cara Mondial membangun perhiasan sebagai medium yang menyatukan filosofi api dan keterampilan pembentukan material.

Baca Juga