Penggunaan AI di Ponsel Lipat Samsung Tembus 96%, Bahasa Lokal Jadi Penentu

Penggunaan AI oleh pemakai ponsel lipat Samsung di Asia Tenggara meningkat hingga 96% pada Juni tahun ini. Angka tersebut naik dari 84% pada Agustus tahun lalu, menandakan AI mulai dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar dicoba sebagai teknologi baru.

Data Samsung mencatat kenaikan itu terjadi pada pengguna Galaxy Z7 dan Flip 7 di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan pentingnya pengalaman AI yang praktis, cepat, dan sesuai dengan kebiasaan pengguna di perangkat mobile.

PeriodePenggunaTingkat Penggunaan AI
Agustus tahun laluGalaxy Z7 dan Flip 784%
Juni tahun iniGalaxy Z7 dan Flip 796%

Samsung menyebut sejumlah fitur menjadi bagian dari aktivitas pengguna ponsel lipatnya. Circle to Search digunakan untuk mencari informasi langsung dari layar, sedangkan Now Brief memberikan pembaruan yang dipersonalisasi.

Fitur Photo Assist juga banyak dimanfaatkan untuk membantu pengolahan foto. Kombinasi fungsi pencarian, ringkasan informasi, dan pengeditan visual menunjukkan AI ditempatkan sebagai pendamping aktivitas perangkat, bukan fitur terpisah.

Bahasa Lokal Menjadi Fokus Pengembangan

Di tengah peningkatan penggunaan tersebut, Samsung menempatkan dukungan bahasa lokal sebagai unsur penting dalam pengembangan Galaxy AI. Platform ini kini mendukung 22 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Dukungan itu tidak hanya diarahkan untuk menerjemahkan kata secara harfiah. Samsung menyatakan bahasa-bahasa tersebut disempurnakan dengan wawasan dan nuansa pasar lokal agar interaksi dengan AI terasa lebih alami.

Bagi pasar Asia Tenggara dan Oseania yang memiliki kebiasaan serta bahasa beragam, pemahaman konteks dapat menentukan manfaat sebuah fitur. Smartphone juga menjadi pintu utama banyak konsumen di kawasan ini untuk mengakses pengalaman berbasis AI.

Presiden dan CEO Samsung Electronics South East Asia and Oceania, CU Kim, menilai fase berikutnya tidak ditentukan oleh banyaknya fitur. Ia menekankan relevansi AI terhadap kebutuhan nyata pengguna.

“Fase AI selanjutnya bukan tentang lebih banyak fitur. Ini tentang relevansi. Konsumen berekspektasi AI dapat memahami gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka,” ujar Kim di sela Galaxy Unpacked 2026 di London.

Personalisasi Perlu Disertai Kendali

Samsung memandang manfaat AI akan meningkat ketika teknologi ini menjadi lebih personal dan proaktif. Namun, perusahaan juga menilai kepercayaan, transparansi, dan akurasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman tersebut.

Perusahaan menegaskan setiap pengalaman AI perlu bermanfaat, aman, serta tetap berada dalam kendali pengguna. Penekanan ini menjadi penting ketika AI mengambil peran yang lebih besar dalam penggunaan smartphone sehari-hari.

Strategi itu juga dikaitkan dengan jajaran ponsel lipat baru Samsung, yakni Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan Z Flip8. Samsung berharap pilihan perangkat tersebut dapat memberi konsumen di Asia Tenggara dan Oseania lebih banyak cara untuk menikmati pengalaman AI yang terasa dekat dengan kehidupan mereka.

Baca Juga