Asian Games Aichi-Nagoya dapat menjadi panggung penting bagi Siman Sudartawa untuk mengejar medali yang belum pernah diraihnya. Perenang senior Indonesia itu masih masuk proyeksi PB Akuatik Indonesia untuk ajang yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Siman sempat berniat pensiun, tetapi belum ada pernyataan resmi mengenai keputusan tersebut. Peluang menuju Jepang membuatnya memiliki alasan untuk melanjutkan perjalanan karier di kolam renang.
Target yang Belum Pernah Didapat
Siman telah tampil di Asian Games sejak edisi 2010. Namun, medali pada ajang tersebut masih menjadi capaian yang belum berhasil ia bawa pulang.
Peluang terdekat datang pada Asian Games 2014 di Incheon. Siman finis di posisi keempat nomor 50 meter gaya punggung, hanya satu tingkat dari podium.
Pada Asian Games 2018 di Indonesia, ia kembali mengikuti nomor yang sama dan menempati posisi kelima dengan waktu 25,29 detik. Di babak penyisihan, Siman sempat membukukan 25,01 detik yang menjadi rekor nasional serta catatan terbaiknya saat itu.
| Ajang | Nomor | Hasil Siman | Catatan Waktu |
|---|---|---|---|
| SEA Games 2025 | 50 m gaya punggung putra | Medali perunggu | 25,49 detik |
| Asian Games 2014 | 50 m gaya punggung | Posisi keempat | – |
| Asian Games 2018 | 50 m gaya punggung | Posisi kelima | 25,29 detik |
Hasil Terkini Menjadi Dasar Kesempatan
Medali perunggu SEA Games 2025 di Thailand menguatkan peluang Siman berada dalam proyeksi Asian Games. Ia mencatatkan 25,49 detik pada final 50 meter gaya punggung putra.
Emas nomor itu diraih perenang junior Indonesia, Jason Donovan Yusuf, dengan waktu 25,36 detik. Hasil SEA Games tersebut digunakan dalam kriteria proyeksi yang merujuk pada Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional atau PPON Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, menyatakan Siman memenuhi kriteria yang berlaku. Ia juga menilai kemampuan Siman masih cukup kompetitif untuk memperoleh kesempatan tersebut.
“Tapi pada perkembangannya memang masih ada hal yang masih bisa dituntaskan, yaitu mencoba mendapat medali di Asian Games,” kata Wisnu kepada detikSport. Pernyataan itu menegaskan bahwa target podium tetap menjadi bagian dari pertimbangan proyeksi Siman.
Nilai Tambah bagi Tim Indonesia
PB Akuatik Indonesia tidak hanya memandang Siman dari sisi target medali perorangan. Pengalamannya juga diharapkan membantu pembinaan atlet muda, termasuk Jason Donovan Yusuf dan Farrel Armandio Tangkas.
Menurut Wisnu, Siman memahami bahwa perenang junior kini berkembang menjadi kekuatan baru Indonesia. Peralihan antargenerasi dinilai perlu dilakukan secara baik agar pengalaman senior dapat mendukung kesiapan atlet muda.
Di SEA Games 2025, Siman disebut aktif memberikan masukan kepada para junior. “Di SEA Games, dia banyak kasih masukan ke juniornya, tak hanya Jason tapi yang lain,” ujar Wisnu.
Medali dan Pemetaan Menuju Olimpiade
Asian Games 2026 menjadi target medali bagi PB Akuatik Indonesia, tetapi catatan waktu atlet juga memiliki fungsi lain. Data performa tersebut akan dipakai untuk memetakan peluang menuju kualifikasi Olimpiade.
Nomor relay estafet dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi atlet dalam mengejar batas kualifikasi nomor perorangan. Karena itu, kiprah Siman di Aichi-Nagoya membawa arti bagi ambisi pribadinya sekaligus rencana jangka panjang renang Indonesia.






