Papua Menampung 700 Blankspot, Pembangunan Internet Terkendala Keamanan

Papua masih menjadi tantangan terbesar dalam pemerataan internet nasional karena menyimpan sekitar 700 titik blankspot yang tersebar di enam provinsi. Kendala keamanan bahkan membuat sejumlah lokasi yang sudah memiliki tower dan perangkat awal tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.

Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar mengatakan persoalan di Papua bukan sekadar soal pengadaan perangkat jaringan. Proses pembangunan di beberapa titik sulit dilakukan sehingga beberapa puluh site akhirnya tertunda.

“Towernya, perangkat pasifnya itu sudah ada di lokasi, tapi karena prosesnya sangat sulit dan masalah keamanan, akhirnya ada beberapa puluh site yang kita akhirnya tidak bisa lanjutkan,” ujar Fadhilah Mathar yang akrab disapa Indah dalam acara Bakti Media Connect 2026 di Jakarta.

Target Menjangkau Seluruh Papua

BAKTI Komdigi tetap menargetkan seluruh wilayah Papua dapat memperoleh konektivitas. Koordinasi dengan pihak pertahanan dan keamanan dilakukan untuk membuka kembali peluang pembangunan, terutama pada lokasi yang telah memiliki infrastruktur awal.

Tantangan tersebut muncul di tengah capaian internet nasional yang telah mendekati 98 persen. Dari sekitar 83.000 desa dan kelurahan di Indonesia, masih terdapat sekitar 2.000 desa yang belum terjangkau layanan internet memadai.

Data KonektivitasCapaian atau KondisiKeterangan
Cakupan internet nasionalHampir 98 persenDari sekitar 83.000 desa dan kelurahan
Desa blankspotSekitar 2.000 desaBelum terjangkau internet
Blankspot di PapuaSekitar 700 lokasiTersebar di enam provinsi

Infrastruktur untuk Kawasan 3T

BAKTI Komdigi menggunakan beberapa jalur untuk memperluas jaringan di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Infrastruktur tersebut meliputi BTS 4G, serat optik Palapa Ring, serta Satelit Republik Indonesia Satria 1.

Program BAKTI telah menyediakan akses internet pada 31.864 titik layanan publik dan menghadirkan sinyal 4G di 6.747 desa. Satria 1 memiliki kapasitas 150 Gbps untuk mendukung kebutuhan konektivitas di berbagai titik layanan.

InfrastrukturData UtamaPeran
BTS 4G6.747 desaMenyediakan sinyal seluler
Titik layanan publik31.864 titikMenyediakan akses internet
Palapa Ring12.148 kilometerMenopang jaringan di wilayah non-komersial
Satria 1150 GbpsMendukung konektivitas kawasan 3T

Palapa Ring membentang sepanjang 12.148 kilometer dan melayani 131 titik Network Operation Center di 57 kabupaten serta kota non-komersial. Jaringan ini menjadi salah satu penopang akses pada daerah yang belum menarik secara bisnis bagi operator.

Peran Operator dalam Menutup Kesenjangan

Penutupan blankspot tidak hanya mengandalkan pemerintah karena sektor swasta juga dibutuhkan untuk memperluas layanan. Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz diposisikan sebagai langkah untuk mendorong jaringan masuk ke wilayah yang belum terjangkau.

Operator pemenang lelang memiliki kewajiban membangun koneksi 4G dan 5G sesuai pita blok yang diperoleh. Skema ini diharapkan mempercepat perluasan layanan pada wilayah yang mulai memiliki potensi komersial.

BAKTI Komdigi berperan sebagai perintis jaringan di kawasan 3T sebelum layanan memungkinkan diambil alih operator secara komersial. Sejumlah ratus wilayah, termasuk beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, telah memasuki tahap ketika pemerintah dapat keluar dari penyediaan jaringan.

Baca Juga