Pabrik PT Handal Indonesia Motor di Pondok Ungu, Bekasi, pernah menjadi basis perakitan lokal untuk Neta V-II dan Neta X. Kini, lini produksi merek kendaraan listrik asal China itu masih dihentikan sementara sejak tahun lalu.
Nasib kelanjutan perakitan di Indonesia belum dapat dipastikan oleh HIM. Keputusan untuk meneruskan produksi berada pada Neta sebagai prinsipal, meskipun komunikasi antarkedua pihak disebut tetap berjalan.
Dua Model Pernah Dirakit dengan Skema CKD
Neta menggandeng HIM untuk merakit kendaraan dengan skema completely knocked down atau CKD. Langkah tersebut sebelumnya menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran Neta di pasar Indonesia.
Neta V-II menjadi model pertama yang diproduksi secara lokal pada April 2024. Setelahnya, fasilitas Handal juga digunakan untuk merakit Neta X.
| Model | Status Perakitan | Lokasi |
|---|---|---|
| Neta V-II | CKD, mulai April 2024 | Pondok Ungu, Bekasi |
| Neta X | CKD setelah Neta V-II | Pondok Ungu, Bekasi |
Pada 2024, fasilitas Handal menjadi tempat perakitan bagi tiga merek China. Selain Neta, Chery dan Jetour juga menggunakan fasilitas tersebut.
Penghentian Berlangsung Sejak Tahun Lalu
Presiden Direktur PT Handal Indonesia Motor, Denny Siregar, mengonfirmasi aktivitas produksi Neta tidak sedang berjalan. Ia mengatakan penghentian itu sudah berlangsung sejak tahun lalu.
“Produksi saat ini memang sedang di-pause (disetop), sejak tahun lalu,” ujar Denny kepada wartawan di Purwakarta pada 13 Agustus 2026. HIM belum dapat memberikan kepastian mengenai waktu atau arah dimulainya kembali perakitan.
Denny menyebut kondisi Neta di China ikut menjadi latar belakang situasi tersebut. “Neta saat ini di sananya (China) sedang dalam satu kondisi ya. Kalau di kami (PT Handal) komunikasi masih,” katanya.
Menanti Hasil Restrukturisasi Hozon Auto
Penghentian produksi Neta berkaitan dengan proses restrukturisasi yang dijalani Hozon Auto sejak 2025. Restrukturisasi di perusahaan induk membuat keberlanjutan aktivitas manufaktur di Indonesia belum memperoleh kepastian.
oto.detik.com sebelumnya melaporkan lini produksi Neta di Indonesia telah berhenti sekitar enam bulan hingga Januari 2026. Neta sebelumnya menyatakan proses restrukturisasi Hozon Auto diharapkan selesai pada pertengahan 2026.
Pernyataan HIM menunjukkan bahwa penyelesaian restrukturisasi belum otomatis memastikan produksi lokal segera berlanjut. Pihak Handal masih menunggu keputusan resmi dari prinsipal terkait langkah berikutnya.
Pasar Indonesia Ikut Mengalami Penurunan
Di tengah jeda produksi, penjualan ritel Neta di Indonesia juga menurun pada 2025. Data Gaikindo mencatat penjualan ritel turun 164 unit dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
| Tahun | Penjualan Ritel |
|---|---|
| 2024 | 570 unit |
| 2025 | 406 unit |
Penurunan penjualan itu berlangsung bersamaan dengan ketidakpastian yang menyelimuti kegiatan perakitan Neta di dalam negeri. HIM memastikan jalur komunikasi tetap terbuka, tetapi keputusan mengenai produksi masih menunggu langkah Neta.






