Pabrik Baterai hingga Jalur Uji, Subang Dibidik Jadi Pusat Kendaraan Nasional

Subang disiapkan bukan hanya untuk merakit kendaraan, melainkan juga untuk membangun baterai, melakukan riset, dan menguji produk otomotif. Pemerintah merancang kawasan industri kendaraan nasional di Jawa Barat itu sebagai ekosistem terintegrasi yang ditopang fasilitas manufaktur dan logistik.

Rencana tersebut memasukkan pabrik baterai, pusat riset dan pengembangan, lintasan pengujian kendaraan, serta jaringan logistik berbasis kereta api. Fasilitas-fasilitas itu dipersiapkan untuk mendukung pengembangan Mobil Listrik Nasional dan motor listrik buatan dalam negeri.

Ekosistem dalam Satu Kawasan

Pabrik baterai menjadi salah satu bagian penting dari rencana industri kendaraan listrik di Subang. Pusat riset dan pengembangan juga disiapkan agar pengembangan serta pengujian kendaraan dapat didukung dari kawasan yang sama.

Lintasan pengujian direncanakan sebagai fasilitas untuk menguji kendaraan yang dikembangkan. Adapun industri pendukung akan melengkapi kegiatan utama, sehingga kawasan tidak hanya bergantung pada proses perakitan.

Model pengembangan ini menggabungkan produksi kendaraan, komponen, penelitian, pengujian, dan logistik. Pemerintah menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu titik penting dalam pembangunan industri kendaraan nasional.

Target Produksi Bertahap

Kapasitas produksi kawasan Subang akan ditingkatkan sejalan dengan perluasan lahan. Tahap awal menempati area 60 hektar dengan target produksi 50.000 unit kendaraan per tahun.

Dalam pengembangan jangka panjang, luas kawasan direncanakan mencapai 539 hektar. Pada skala tersebut, kapasitas produksi ditargetkan dapat menembus 300.000 unit kendaraan setiap tahun.

TahapanLuas LahanProduksi per Tahun
Tahap awal60 hektar50.000 unit
Jangka panjang539 hektar300.000 unit

Perbedaan antara dua tahap tersebut menunjukkan besarnya ekspansi yang direncanakan pemerintah. Sasaran produksi 300.000 unit per tahun juga menjadi penanda skala ambisi pembangunan basis manufaktur kendaraan di dalam negeri.

Keterkaitan dengan Infrastruktur dan Pertahanan

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan lokasi proyek pada Selasa, 21 Juli 2026. Peninjauan itu turut diikuti Menteri Pekerjaan Umum, Direktur Utama PT Pindad, dan Direktur Utama PT Len Industri.

Kawasan Subang diproyeksikan sebagai salah satu instalasi strategis nasional. Sjafrie memandang pembangunan industri kendaraan harus terhubung dengan pengembangan infrastruktur dan kepentingan pertahanan.

Dalam unggahan Instagram pada Rabu, 22 Juli 2026, Sjafrie menyatakan pembangunan tersebut bertujuan memperkuat kemandirian industri dan penguasaan teknologi. Ia juga menyebut penciptaan lapangan kerja serta pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 sebagai bagian dari orientasi proyek.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945,” tulis Sjafrie. Menurutnya, sinergi ekonomi, industri nasional, pertahanan, dan kepentingan masyarakat perlu dijalankan secara terpadu.

Menurut otomotif.kompas.com, pemerintah turut membahas pemanfaatan jalan tol untuk mendukung kebutuhan pertahanan. Salah satu rencana yang dikaji adalah penggunaan ruas tol tertentu sebagai landasan sementara pesawat dalam situasi darurat.

Bagian dari Dorongan Mobil Buatan Dalam Negeri

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mendorong Indonesia untuk memproduksi mobil dan sepeda motor secara mandiri. Dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Mei 2026, ia menekankan kebutuhan industrialisasi dan penguasaan teknologi dalam negeri.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri,” ujar Prabowo. Pengembangan kawasan Subang menghubungkan dorongan tersebut dengan rencana kapasitas produksi, fasilitas baterai, riset, pengujian, dan logistik dalam satu lokasi.

Baca Juga