OnePlus Hentikan HP Baru di AS dan Eropa, Update Pengguna Tetap Berjalan

OnePlus menghentikan peluncuran smartphone baru di Amerika Utara dan Eropa, tetapi pengguna perangkat yang sudah beredar masih akan menerima pembaruan sistem operasi. Keputusan ini membuat konsumen di dua wilayah tersebut tidak lagi menantikan model OnePlus baru setelah stok yang ada habis.

Bagi pemilik perangkat generasi berjalan, kepastian pembaruan menjadi bagian paling penting dari pengumuman ini. OnePlus menyatakan dukungan perangkat lunak tetap diberikan meski distribusi produk baru di pasar Barat dihentikan.

Dampak Berbeda bagi Tiap Pasar

Penarikan peluncuran baru hanya berlaku untuk Amerika Utara dan Eropa. China serta India tetap menjadi pasar yang dipertahankan OnePlus untuk memperkenalkan smartphone baru.

WilayahStatus Peluncuran BaruKondisi Pengguna
Amerika UtaraDihentikanStok tersedia, pembaruan tetap berjalan
EropaDihentikanStok tersedia, pembaruan tetap berjalan
ChinaDilanjutkanMenjadi pasar yang dipertahankan
IndiaDilanjutkanMasih menjadi pasar OnePlus

Konsumen di Amerika Utara dan Eropa masih dapat membeli perangkat OnePlus dari persediaan yang tersedia. Namun, perusahaan tidak akan melanjutkan lini smartphone baru untuk kedua wilayah tersebut.

OnePlus 15 yang dipasarkan pada akhir 2025 menjadi lini ponsel andal terakhir yang didistribusikan perusahaan di pasar tersebut. Status ini menandai penutupan fase ekspansi OnePlus di dua kawasan Barat yang selama ini menjadi target penting merek tersebut.

Perubahan Perangkat Lunak Menyusul

Selain menghentikan perangkat baru, OnePlus juga menyiapkan perubahan pada sistem perangkat lunaknya. Perusahaan akan meninggalkan OxygenOS berbasis Android dan beralih sepenuhnya ke ColorOS milik Oppo mulai pembaruan Android 17 secara global.

Peralihan ini berpengaruh besar karena OxygenOS selama ini menjadi salah satu identitas OnePlus di pasar internasional. Meski begitu, belum ada rincian jadwal penerapan ColorOS untuk setiap model yang masih beredar.

Perubahan sistem tersebut tidak menghapus komitmen pembaruan bagi perangkat generasi berjalan di Amerika Utara dan Eropa. OnePlus menegaskan pengguna di dua pasar itu tetap memperoleh pembaruan sistem operasi sesuai dukungan yang dijanjikan.

Strategi Global yang Lebih Sempit

Dalam pernyataan resminya, OnePlus menyebut keputusan ini sebagai bagian dari penyesuaian strategi global secara proaktif. “Sebagai bagian dari penyesuaian strategi global yang proaktif, OnePlus telah memutuskan untuk mengakhiri peluncuran produk baru di Eropa dan Amerika Utara,” tulis manajemen.

Fokus perusahaan kini mengarah pada China dan India, dua pasar yang masih dipertahankan untuk aktivitas peluncuran smartphone. Langkah tersebut memperlihatkan upaya OnePlus memusatkan sumber daya pada wilayah yang dinilai tetap strategis.

Di India, masih beredar rumor mengenai potensi penutupan operasional OnePlus pada 2027. Namun, belum ada konfirmasi resmi perusahaan terkait kabar tersebut.

Tantangan Pasar dan Biaya Produksi

Teknologi.bisnis.com yang mengutip Ars Technica menyebut keputusan ini mengakhiri era ekspansi OnePlus di pasar Barat. Merek tersebut mulai dikenal sejak 2014 melalui strategi pemasaran agresif serta penawaran spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih rendah.

Situasi industri kini berbeda dibandingkan masa awal ekspansi itu. Persaingan, regulasi, dan kebutuhan kemitraan dengan operator menjadi tantangan besar, khususnya di Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi salah satu tujuan ekspansi OnePlus.

OnePlus pernah membangun kehadiran di Amerika Serikat melalui kemitraan dengan operator besar seperti T-Mobile dan Verizon. Penarikan dari pasar itu juga memperlihatkan kuatnya posisi Apple dan Samsung di kawasan tersebut.

Biaya komponen elektronik global ikut menjadi tekanan bagi strategi manufaktur smartphone. Kelangkaan material setelah pandemi serta kebutuhan industri AI terhadap chip memori DRAM dan NAND flash disebut mendorong kenaikan biaya produksi.

Dalam analisis yang dikutip teknologi.bisnis.com, komponen RAM dapat menyerap lebih dari seperempat total biaya material untuk merakit ponsel kelas andal. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar ketika produsen harus menentukan pasar yang paling efektif untuk dipertahankan.

Baca Juga