Nokia 123 Shield Siaga hingga 19 Hari, Ponsel Tombol untuk Kondisi Berat

Nokia 123 Shield menawarkan daya siaga hingga 19 hari, sebuah daya tarik yang semakin jarang ditemukan pada perangkat komunikasi modern. Ponsel tombol ini juga memakai baterai 1.750 mAh yang dapat dilepas dan diganti oleh pengguna.

HMD menyebut perangkat tersebut mampu digunakan untuk panggilan hingga 27,9 jam. Kombinasi baterai lepas-pasang dan waktu siaga panjang menempatkannya sebagai pilihan bagi pengguna yang membutuhkan perangkat cadangan dengan kebutuhan pengisian daya lebih jarang.

Perangkat ini dirancang untuk menghadapi aktivitas di lingkungan yang menantang, termasuk hujan, cipratan air, pasir, dan debu. HMD tidak mencantumkan peringkat IP pada daftar spesifikasi utamanya, tetapi menyatakan perlindungan tersebut dalam informasi produk.

GSM Arena melaporkan catatan kaki di situs resmi HMD menyebut Nokia 123 Shield memenuhi persyaratan IP65 menurut standar IEC 60529. Keterangan itu menunjukkan perangkat memiliki perlindungan terhadap kondisi lingkungan yang lebih berat dibandingkan ponsel fitur pada umumnya.

Perlindungan untuk penggunaan lapangan

Sisi bodi Nokia 123 Shield menggunakan tekstur anti-selip agar lebih mantap saat digenggam. HMD juga membekali port pengisian daya dan jack headphone dengan segel karet untuk mengurangi paparan kotoran serta percikan air.

Rancangan tersebut membuat HP Tahan Banting ini relevan bagi pekerja lapangan atau pengguna yang membutuhkan alat komunikasi sederhana saat beraktivitas di luar ruangan. Meski membawa fokus ketahanan, bentuknya tetap ringkas seperti ponsel tombol klasik.

Di bagian depan terdapat layar QVGA berukuran 2,4 inci yang ditempatkan di atas keypad fisik. Tata letak ini mempertahankan fungsi dasar ponsel fitur untuk telepon dan pengiriman pesan tanpa mengandalkan layar sentuh.

Bagian belakang memuat satu kamera QVGA serta lampu flash. Lampu tersebut juga dapat digunakan sebagai senter, sehingga mendukung kebutuhan praktis dalam kondisi pencahayaan terbatas.

Spesifikasi komunikasi dasar

Nokia 123 Shield ditenagai chipset Unisoc SC6531E dan menjalankan sistem operasi S30+. Perangkat ini mengusung RAM 4MB serta penyimpanan internal 4MB untuk menjalankan fungsi dasar ponsel.

Penyimpanannya dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 32GB. HMD juga menyediakan dukungan dua kartu SIM dan jack headphone 3,5 mm pada perangkat ini.

Sebagai Ponsel Fitur 2G, perangkat ini mempertahankan konektivitas yang ditujukan untuk kebutuhan komunikasi sederhana. HMD menyatakan kualitas panggilannya lebih kuat dan andal, termasuk klaim suara yang lebih jernih serta konektivitas lebih baik dibanding Nokia 105.

HMD menyiapkan dua pilihan warna untuk Nokia 123 Shield, yaitu hijau dan ungu. Perpaduan bodi bertekstur, perlindungan pada port, dan baterai yang bisa diganti menjadi pembeda utama dari ponsel fitur standar.

Harga berbeda di tiap pasar

HMD belum mengumumkan harga jual Nokia 123 Shield secara luas untuk seluruh pasar. CNBC Indonesia mencatat perangkat ini sudah muncul dalam daftar sejumlah pengecer di Eropa dengan harga yang berbeda antarnegara.

PasarHarga yang tercantum
Bulgaria35 euro
YunaniSekitar 40 euro

Daftar tersebut menempatkan Nokia 123 Shield di kisaran ponsel fitur terjangkau, yang disebut mulai sekitar Rp700 ribuan berdasarkan harga pengecer Eropa. Ketersediaan dan harga di pasar lain masih belum diungkapkan oleh HMD.

Baca Juga