Nokia 123 Shield Tahan Siaga 19 Hari, Saat Smartphone Menuntut Isi Daya Harian

Nokia 123 Shield menawarkan daya tahan siaga hingga 19 hari, sebuah keunggulan yang kini jarang ditemukan di tengah penggunaan smartphone. Ponsel tombol ini memakai baterai 1.750 mAh yang dapat dilepas dan dipasang kembali.

HMD Global menyebut baterainya dapat menopang waktu bicara hampir 28 jam. Untuk penggunaan aktif, pengisian daya disebut dapat dilakukan sekitar seminggu sekali.

Kepraktisan itu dipadukan dengan konektor USB-C, sehingga pengguna tidak perlu membawa kabel khusus seperti pada banyak ponsel fitur lama yang masih memakai micro-USB. Nokia 123 Shield juga tetap menyediakan soket audio 3,5 mm yang dilindungi penutup karet rapat.

Dirancang untuk Kondisi Lapangan

Ketahanan fisik menjadi salah satu alasan utama perangkat ini disiapkan untuk pekerja lapangan dan penggiat kegiatan luar ruang. HMD Global memperkenalkan Nokia 123 Shield pada Rabu, 22 Juli 2026, sebagai bagian dari lini ponsel berlogo Nokia.

Perangkat tersebut mengantongi sertifikasi IP65 berdasarkan standar IEC 60529. Menurut HMD, ponsel tetap berfungsi setelah pengujian paparan debu selama delapan jam serta semprotan air dari jarak tiga meter selama 10 menit.

Pengujian internal juga mencakup perendaman dalam air bersih sedalam 10 sentimeter selama 30 detik. Namun, ponsel ini tetap ditujukan bagi kebutuhan komunikasi praktis, bukan untuk menggantikan smartphone dalam pekerjaan digital berat.

KomponenRincianKegunaan
Baterai1.750 mAh, lepas-pasangSiaga hingga 19 hari
Layar2,4 inci QVGAPenggunaan komunikasi dasar
Pengisian dayaUSB-CMemakai kabel perangkat modern
Penyimpanan4 MB, microSD hingga 32 GBRuang tambahan untuk kebutuhan dasar

Fungsi Dasar dan Senter Darurat

Nokia 123 Shield menggunakan sistem operasi S30+ OS dan prosesor Unisoc SC6531E. Perangkat ini memiliki RAM 4 MB serta penyimpanan internal 4 MB yang dapat diperluas dengan kartu microSD hingga 32 GB.

Konfigurasi tersebut menempatkannya sebagai perangkat untuk panggilan, pesan, dan fungsi dasar. Bodi ponsel memakai pinggiran bertekstur untuk membantu pengguna menjaga pegangan dalam kondisi yang tidak ideal.

Di bagian belakang tersedia kamera QVGA dan lampu kilat LED. HMD menyatakan lampu itu memiliki cahaya 300 persen lebih terang dibandingkan Nokia 110 dan dapat dipakai sebagai senter darurat.

Ponsel ini juga mendukung dua kartu SIM serta radio FM yang dapat digunakan tanpa earphone. HMD menyebut penerimaan sinyalnya lebih stabil dibandingkan ponsel fitur 2G sejenis, termasuk Nokia 105.

Harga Indonesia Masih Ditunggu

Menurut kayonews.co.id, pasar ponsel fitur global masih menyerap puluhan juta unit setiap tahun. Perangkat seperti Nokia 123 Shield masih dicari sebagai ponsel cadangan, alat komunikasi lansia, atau ponsel utama di wilayah dengan jaringan 2G yang andal.

Harga resmi Nokia 123 Shield di Indonesia belum diumumkan oleh HMD Global. Sejumlah toko ritel Eropa telah mencantumkan perangkat ini pada kisaran 35 hingga 40 Euro, dengan pilihan warna Hijau dan Ungu.

Baca Juga