Musim MotoGP 2026 yang membentang dari Februari hingga November dinilai menyulitkan pembalap memulihkan kondisi fisik. Luca Marini menyoroti risiko minimnya waktu untuk menangani cedera lama sebelum persiapan musim berikutnya kembali dimulai.
Rider Honda HRC itu menilai pembalap membutuhkan ruang lebih besar untuk menjalani fisioterapi dan meningkatkan kebugaran. Menurutnya, kebutuhan tersebut sulit dipenuhi apabila kalender kompetisi terus menekan waktu jeda.
“Aku butuh seluruh energiku biar selalu siap. Tapi jujur, aku butuh waktu lebih buat nyembuhin sisa-sisa cedera lama,” kata Marini. Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan kalender turut berdampak pada proses pemulihan di luar lintasan.
Waktu Persiapan Kian Terbatas
Marini mengatakan pembalap kini nyaris tidak memiliki waktu yang memadai untuk pemulihan maupun persiapan matang. Ritme musim panjang membuat mereka harus segera kembali ke latihan setelah kompetisi sebelumnya berakhir.
“Faktanya, sekarang kita benar-benar gak punya waktu,” ujar Marini. Ia ingin kondisi fisiknya dapat berkembang dari satu musim ke musim selanjutnya, bukan hanya dipertahankan agar tetap siap berlomba.
Jeda musim dingin yang singkat menjadi titik utama kritiknya. Marini memandang waktu tersebut seharusnya dapat digunakan secara lebih optimal untuk membenahi kondisi tubuh setelah menjalani rangkaian balapan panjang.
Usul Memadatkan Agenda Balap
Marini tidak secara khusus meminta jumlah seri dipangkas drastis. Ia justru mengusulkan agar agenda balapan dipadatkan sehingga masa libur musim dingin dapat diperpanjang.
“Jadwal balapan sepanjang tahun ini menurutku kurang ideal,” kata Marini. Ia kemudian menyampaikan bahwa jadwal sebaiknya dimampatkan agar pembalap memperoleh waktu libur musim dingin yang lebih panjang.
| Aspek | Kondisi MotoGP 2026 |
|---|---|
| Rentang musim | Februari hingga November |
| Jumlah seri dalam rencana awal | 22 seri |
| Potensi pengurangan seri | Menjadi 21 seri |
| Alasan potensi perubahan | GP Qatar November belum pasti |
| Rangkaian balapan beruntun | Delapan rangkaian |
Kalender Padat Melampaui Total Putaran
Rencana awal MotoGP 2026 mencakup 22 seri balapan. Jumlah tersebut dapat menjadi 21 apabila Grand Prix Qatar pada November tidak terlaksana akibat ketidakpastian yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.
Meski begitu, total seri bukan satu-satunya unsur yang membuat kalender terasa berat. Ada delapan rangkaian balapan beruntun yang mengharuskan pembalap melanjutkan dari satu akhir pekan balap ke akhir pekan berikutnya tanpa jeda.
Susunan seperti itu membatasi kesempatan untuk beristirahat di tengah musim. Tuntutan fisik pembalap tidak berhenti setelah balapan selesai karena mereka tetap harus menjalani persiapan untuk putaran berikutnya.
Keseimbangan Kalender Menjadi Tantangan
Penyelenggara MotoGP menghadapi pertimbangan yang luas dalam menyusun agenda kompetisi. Logistik, kualitas pelaksanaan balapan, serta keselamatan pembalap perlu diperhitungkan pada setiap seri.
Kalender yang mendekati batas maksimal menuntut keseimbangan antara jumlah putaran dan kondisi atlet. Kritik Marini menunjukkan bahwa kebutuhan pemulihan pembalap menjadi bagian penting dalam pembahasan jadwal musim yang berlangsung hampir sepanjang tahun.






