Martinez Bantah Argentina Tak Hormati Spanyol saat Pengangkatan Trofi

Lisandro Martinez menegaskan para pemain Argentina tidak bermaksud menghina Spanyol ketika sejumlah besar anggota tim membelakangi panggung pada seremoni trofi. Bek Argentina itu menyebut arah pandang para pemain justru ditujukan kepada pendukung mereka yang berada di tribun belakang gawang.

Gestur tersebut memicu kritik karena terjadi saat Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. Sebagian publik menafsirkan sikap Argentina sebagai penolakan untuk menghormati tim pemenang.

Penghormatan untuk Suporter Argentina

Martinez menjelaskan posisi pemain saat seremoni berkaitan dengan keinginan mereka menyapa suporter. Ia menilai dukungan dari tribun menjadi alasan utama skuad memilih menghadap ke arah belakang panggung.

“Kami membelakangi panggung murni untuk memberikan penghormatan dan apresiasi kepada suporter kami sendiri yang berada di tribun belakang gawang,” tegas Martinez, seperti dikutip Metro. Pernyataan itu menjadi respons langsung atas polemik yang berkembang setelah pertandingan.

Menurut Martinez, kesan visual yang muncul dalam seremoni tidak menggambarkan sikap sebenarnya dari para pemain Argentina. Ia menekankan bahwa apresiasi kepada pendukung tidak seharusnya dimaknai sebagai tindakan merendahkan Spanyol.

Tudingan Arogansi Ditolak

Pemain berusia 28 tahun itu mengaku tidak menerima tudingan bahwa Argentina menunjukkan kebencian atau arogansi. Ia menyatakan timnya tetap menaruh hormat kepada setiap lawan yang dihadapi.

“Saya marah karena tuduhan kebencian itu sama sekali tidak berdasar. Mereka menyebut kami arogan, tapi kami selalu menaruh rasa hormat tinggi kepada setiap lawan,” lanjut Martinez.

Klarifikasi tersebut sekaligus membela rekan-rekannya di skuad Argentina yang ikut menjadi sasaran kritik. Martinez menempatkan konteks dukungan suporter sebagai alasan penting di balik keputusan para pemain selama seremoni berlangsung.

Scaloni Soroti Sikap setelah Kekalahan

Pelatih Lionel Scaloni juga memberikan pembelaan terhadap sikap anak asuhnya setelah laga berakhir. Ia menilai Argentina telah berjuang penuh di lapangan, meski pada akhirnya harus menerima kekalahan dari Spanyol.

Scaloni menyebut respons tim setelah hasil pertandingan juga mencerminkan karakter mereka. Menurutnya, menerima kekalahan dengan bermartabat merupakan bagian penting dari sikap skuad Argentina.

“Kami kalah, tetapi kami telah memberikan segalanya di lapangan. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu caranya menerima kekalahan dengan kepala tegak,” pungkas Scaloni.

Pernyataan Martinez dan Scaloni menunjukkan garis pembelaan yang sama terhadap kontroversi itu. Keduanya menolak anggapan bahwa para pemain Argentina sengaja membelakangi panggung untuk merendahkan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi.

Kritik publik tetap muncul karena mayoritas pemain Argentina terlihat tidak menghadap panggung pada momen penyerahan trofi. Namun, Martinez menegaskan perhatian para pemain saat itu tertuju kepada suporter Argentina di tribun belakang gawang.

Baca Juga