Kovacic Naik Kelas di City, Bukan Sekadar Gelandang setelah Rodri dan Bernardo Pergi

Mateo Kovacic menghadapi perubahan peran yang signifikan di Manchester City. Setelah sejumlah pemain senior di lini tengah pergi atau berada di ambang kepergian, ia kini dituntut menjadi pengarah sekaligus panutan.

Perubahan tersebut terjadi ketika City menjalani peremajaan skuad setelah berakhirnya era Pep Guardiola. Lini tengah yang sebelumnya diisi banyak pemain berpengalaman kini membutuhkan keseimbangan baru.

Peran yang melampaui pengatur permainan

Kovacic tidak hanya diharapkan membantu permainan City melalui kemampuan teknisnya. Ia juga perlu mengambil bagian dalam menjaga kepemimpinan di dalam kelompok pemain.

Pemain Kroasia berusia 32 tahun itu menyadari statusnya sebagai salah satu anggota tertua skuad membawa tanggung jawab berbeda. Kovacic menyambut peluang tersebut sebagai tantangan yang positif.

“Saya adalah salah satu pemain tertua di skuad saat ini dan itu tentu sedikit berbeda. Tapi, tentu saja menyenangkan jadi salah satu pemimpin,” ujar Kovacic seperti dikutip Tribuna.

Ia menilai kepemimpinan tidak dapat dibebankan kepada satu orang saja. Kovacic menyebut Ruben dan Erling sebagai beberapa pemain yang juga mampu memberi pengaruh kepada tim.

“Saya coba menjadi pemimpin dan panutan di lapangan, lalu kami punya beberapa pemimpin hebat seperti Ruben, Erling, lalu beberapa pemain top,” lanjutnya. Kovacic menegaskan City tetap harus menjadi tim yang berjuang bersama serta tampil lebih baik.

City kehilangan pengalaman penting

Posisi Kovacic menguat karena City mengalami perubahan besar pada pemain seniornya. Kevin De Bruyne telah meninggalkan klub pada musim lalu, sementara kontrak Bernardo Silva telah berakhir.

Bernardo dikabarkan akan bergabung dengan Madrid. Di sisi lain, Rodri disebut menuju pintu keluar setelah City dikabarkan sepakat menjualnya ke Barcelona seharga 73,5 juta euro.

NamaKondisiInformasi yang tersedia
Kevin De BruyneTelah pergiMeninggalkan City pada musim lalu
Bernardo SilvaKontrak berakhirDikabarkan menuju Madrid
RodriMenuju pintu keluarDikabarkan ke Barcelona senilai 73,5 juta euro

Perubahan itu membuat City kehilangan sejumlah pemain yang sebelumnya memegang peran penting di area tengah. Kovacic menjadi salah satu sosok yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan di tengah pergantian tersebut.

Modal dari perjalanan karier

Kovacic telah berada di City sejak 2023 dan membawa pengalaman dari berbagai lingkungan kompetitif. Sebelum mengenakan seragam City, ia pernah membela Inter Milan, Real Madrid, dan Chelsea.

Pengalaman di klub-klub tersebut menjadi modal penting bagi Kovacic saat skuad memasuki fase baru. Ia juga memiliki catatan 98 penampilan dan 10 gol selama empat tahun bersama City.

Menurut laporan sport.detik.com, Kovacic memahami bahwa keluarnya Rodri dan Bernardo Silva meningkatkan tuntutan bagi pemain senior yang masih bertahan. Ia ingin membantu pemain berpengalaman lain dalam membimbing anggota skuad yang lebih muda.

Rekrutan baru menambah pilihan

City telah mendatangkan Elliot Anderson untuk memperkaya opsi di lini tengah. Klub juga disebut sedang mendekati Ayyoub Bouaddi dan Enzo Fernandez.

Tambahan pemain dapat membantu City mengatasi kekosongan yang muncul, tetapi proses membangun ulang tim memerlukan figur berpengalaman di dalam lapangan. Kovacic berpeluang menjadi salah satu penopang utama ketika City mencari bentuk baru di era transisi.

Baca Juga