Masa depan Neymar belum jelas ketika Santos bersiap menjalani pertandingan penting melawan Macara di Copa Sudamericana. Kontrak penyerang berusia 34 tahun itu akan berakhir pada 31 Desember, sementara klubnya tengah berjuang keluar dari zona degradasi.
Neymar belum memutuskan apakah akan melanjutkan kariernya di Santos, pindah klub, atau berhenti bermain. Ketidakpastian tersebut mengiringi persiapan Peixe untuk menjamu Macara pada leg pertama babak 16 besar.
Pilihan Neymar Belum Ditentukan
Dalam sebuah acara amal di Sao Paulo, Neymar mengakui belum memiliki jawaban soal langkah berikutnya setelah masa kontraknya selesai. Pernyataan itu muncul ketika spekulasi mengenai masa depannya terus berkembang.
“Ketika kontrak saya berakhir, saya akan berpikir apakah akan bertahan di Santos, pergi, atau berhenti bermain… Saya benar-benar tidak tahu apa yang akan saya lakukan,” kata Neymar. Ia tidak memberikan kepastian mengenai opsi yang akan dipilih.
Marca menyebut Inter Miami sebagai salah satu tujuan potensial bagi sang pemain. Kepindahan ke klub MLS itu berpotensi membuat Neymar kembali bermain bersama Lionel Messi dan Luis Suarez.
Namun, belum ada konfirmasi mengenai kemungkinan tersebut. Inter Miami menolak memberikan komentar kepada AFP ketika dimintai tanggapan soal rumor kepindahan Neymar.
Ujian Penting di Vila Belmiro
Di tengah situasi tersebut, Santos akan menghadapi Macara di Stadion Vila Belmiro pada Kamis pukul 19.00 waktu setempat. Laga ini dapat menjadi kesempatan tim untuk membangun kembali keyakinan setelah hasil buruk di Brasileirao.
| Leg | Tempat | Jadwal |
|---|---|---|
| Pertama | Stadion Vila Belmiro | Kamis, pukul 19.00 waktu setempat |
| Kedua | Ambato | Pekan depan |
Santos menduduki posisi ke-17 Brasileirao setelah kalah 0-2 dari Athletico Paranaense pada Minggu lalu. Posisi tersebut membuat klub Brasil itu masuk ke zona degradasi.
Neymar absen dalam pertandingan melawan Athletico Paranaense karena akumulasi kartu kuning. Cuca menilai kehilangan pemain tersebut berdampak besar terhadap skuad dan para pendukung Santos.
“Dia sangat dibutuhkan dalam segala hal, baik secara teknis maupun emosional, bagi tim dan para penggemar,” kata Cuca. Penilaian itu memperlihatkan peran Neymar yang tetap sentral ketika Santos membutuhkan perbaikan hasil.
Macara Tidak Datang sebagai Lawan Ringan
Macara memasuki pertandingan dengan hasil positif setelah menang 2-1 atas Barcelona de Guayaquil di liga lokal. Tim asal Ekuador itu juga menjadi juara Grup A Copa Sudamericana tanpa kekalahan.
Pelatih Macara Guillermo Sanguinetti menegaskan timnya telah memperhitungkan kualitas Santos secara menyeluruh. Menurut dia, perhatian tidak boleh terpaku hanya pada Neymar.
“Mereka memiliki banyak pemain penting, tidak hanya Neymar, meskipun dialah yang paling terkenal,” kata Sanguinetti. Ia juga mengingatkan skuadnya agar tidak memberi ruang untuk kesalahan selama pertandingan berlangsung.
“Kami tidak boleh melakukan kesalahan,” ujar Sanguinetti. Santos dan Macara akan kembali bertemu di Ambato pada pekan depan untuk menentukan tim yang lolos.
Pemenang dari duel tersebut akan menghadapi pemenang pertandingan Atletico Mineiro melawan Red Bull Bragantino pada perempat final. Bagi Santos, laga ini menjadi ujian terhadap ambisi di Copa Sudamericana sekaligus ketahanan tim di tengah tekanan domestik.






