Marc Marquez tidak dapat mempertahankan tekanan maksimal sepanjang MotoGP Inggris karena kondisi tubuh bagian atasnya belum sepenuhnya nyaman. Lengan kanan menjadi batas penting yang memaksanya menahan agresivitas dalam persaingan di Sirkuit Silverstone.
Situasi itu terlihat dari hasil yang diperolehnya sepanjang akhir pekan. Marquez finis ketujuh pada balapan utama dan berada di posisi kesembilan dalam balapan sprint.
Pebalap Spanyol tersebut sempat tampil dalam persaingan barisan depan pada balapan utama. Namun, ia kemudian kehilangan jarak dan menyentuh garis finis 9,550 detik di belakang Raul Fernandez.
Batas Fisik di Tengah Balapan
Marquez menilai pebalap harus memahami kapan serangan tidak lagi dapat dipaksakan. Risiko jatuh menjadi pertimbangan ketika kondisi tubuh mulai memengaruhi posisi berkendara.
“Anda tidak bisa menyerang di setiap lap. Saya mengerti,” ujar Marquez dalam pernyataan yang dikutip Marca. Ia menyampaikan hal itu saat menjelaskan tantangan yang muncul selama balapan berlangsung.
Menurut Marquez, ketidaknyamanan pada tubuh bagian bawah masih lebih mudah diatasi. Sebaliknya, gangguan kecil pada tubuh bagian atas dapat berdampak besar karena berkaitan langsung dengan postur di atas motor.
“Ketika tubuh bagian bawah Anda tidak terasa nyaman… itu lebih mudah. Namun ketika tubuh bagian atas yang tidak merasa nyaman, hal terkecil sekalipun bisa membatasi Anda,” kata Marquez. Ia menjelaskan bahwa posisi tubuh yang tidak benar akan membatasi pebalap dalam mengendalikan motor.
| Balapan | Hasil | Catatan Marc Marquez |
|---|---|---|
| Balapan sprint MotoGP Inggris | Posisi kesembilan | Digelar di Silverstone |
| Balapan utama MotoGP Inggris | Posisi ketujuh | Tertinggal 9,550 detik dari Raul Fernandez |
Lengan Kanan Kembali Menjadi Perhatian
Kondisi lengan kanan Marquez bukan persoalan yang muncul untuk pertama kali dalam kariernya. Ia pernah menjalani masa absen panjang dari musim 2020 hingga awal musim 2021 demi pemulihan pada bagian tersebut.
Riwayat itu membuat keluhan fisik di Inggris memiliki konteks tersendiri. Masalah pada lengan kanan dapat memengaruhi kemampuan menjaga posisi tubuh ketika motor dipacu dalam pertarungan yang ketat.
Penampilan di Silverstone memperlihatkan dua sisi dari kondisi Marquez saat ini. Ia masih mampu berada dekat dengan persaingan terdepan, tetapi belum bisa menjaga serangan dengan intensitas yang sama sampai balapan berakhir.
Kesempatan Berikutnya di Aragon
Hasil di Inggris menjadi bahan evaluasi bagi Marquez sebelum seri berikutnya. Balapan di Silverstone menunjukkan bahwa kecepatan saja tidak cukup ketika kondisi fisik membatasi konsistensi sepanjang perlombaan.
MotoGP akan kembali bergulir pada 31 Agustus 2026 melalui MotoGP Aragon. Seri tersebut menjadi peluang berikutnya bagi Marquez untuk memburu hasil yang lebih baik setelah akhir pekan sulit di Inggris.






