Dana Transfer Menyusut, Klaten Cari Investasi China dari Potensi Wisata 7,5 Juta Pengunjung

Berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat mendorong Kabupaten Klaten mencari jalur pertumbuhan ekonomi baru melalui kerja sama internasional. Pemerintah daerah menawarkan potensi wisata, pertanian, dan industri kepada mitra dari China untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Modal yang paling menonjol adalah kunjungan sekitar 7,5 juta wisatawan. Pemerintah Kabupaten Klaten melihat angka tersebut sebagai dasar kuat untuk mengundang investasi pada fasilitas pendukung pariwisata.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menilai daerah tidak dapat hanya mengandalkan anggaran transfer. Menurut dia, potensi lokal perlu dikembangkan melalui kolaborasi agar menghasilkan sumber pendapatan yang lebih luas.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan dana transfer dari pusat. Kuncinya adalah memaksimalkan potensi daerah melalui kolaborasi dan kerja sama,” ujar Hamenang.

Wisatawan Banyak, Masa Tinggal Masih Pendek

Jumlah pengunjung yang besar belum otomatis memberi manfaat ekonomi secara maksimal apabila wisatawan tidak tinggal lebih lama. Karena itu, Klaten menempatkan pembangunan hotel, pusat oleh-oleh skala besar, dan transportasi publik terintegrasi sebagai kebutuhan penting.

Fasilitas akomodasi dapat membuka pilihan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi lebih banyak lokasi. Pusat oleh-oleh dan sistem transportasi yang terhubung juga diharapkan memperlancar perjalanan serta memperbesar perputaran ekonomi di daerah.

SektorPotensiPeluang Investasi
Pariwisata1.001 candi, 1.001 umbul, lereng Merapi, Rowo JomborHotel, pusat oleh-oleh, transportasi publik
PertanianSalah satu sektor unggulanPengembangan melalui kolaborasi
IndustriSektor potensial daerahKerja sama investasi

Sektor pariwisata Klaten mencakup 1.001 candi dan 1.001 umbul yang dipromosikan sebagai kekayaan daerah. Kawasan ekowisata di lereng Merapi serta Rowo Jombor juga ditawarkan untuk pengembangan bersama calon investor.

Pemerintah daerah turut membangun arah pengembangan wisata olahraga dan wisata kebugaran. Pendekatan ini diharapkan membuat pilihan aktivitas wisata lebih beragam bagi pengunjung.

Respons Awal dari Delegasi China

Hamenang mempresentasikan peluang tersebut pada China-Indonesia Local Government Cooperation Dialogue 2026 di Yogyakarta, Selasa (11/8). Forum itu menjadi ruang pertemuan antara jajaran pemerintah daerah Indonesia dan China.

Sejumlah perwakilan pemerintah daerah China disebut langsung menemui delegasi Klaten setelah presentasi berlangsung. Mereka membahas kemungkinan kerja sama lanjutan atas potensi yang ditawarkan.

“Alhamdulillah, Klaten menjadi salah satu daerah yang berkesempatan mempresentasikan potensi yang kami miliki. Responsnya sangat baik,” kata Hamenang.

Kerja sama yang diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas wisata. Investasi di pertanian dan industri juga dipandang berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurut laporan CNN Indonesia, pemerintah Kabupaten Klaten berharap dialog dengan delegasi China berlanjut menjadi kemitraan yang dapat dijalankan. Hasil kerja sama itu diharapkan mampu menambah sumber pendanaan, menggerakkan investasi, dan memperkuat ekonomi daerah.

Baca Juga