Keterangan “Gaya takbir” dalam foto Clareesya seusai tampil di The Sounds Project 2026 kini masuk tahap pendalaman kepolisian. Polda Metro Jaya telah menerima laporan yang mempermasalahkan unggahan tersebut sebagai dugaan penghinaan terhadap agama.
Belum ada penetapan langkah hukum lanjutan dalam perkara ini. Polisi menyatakan perlu mendalami peristiwa yang dilaporkan sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Perkara Tercatat di Polda Metro Jaya
Pengacara Muhammad Dimas Saputra mengajukan laporan itu pada 13 Agustus 2026. Nomor laporan yang tercatat adalah LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima. Ia menyebut unggahan Clareesya di media sosial menjadi materi yang dipersoalkan oleh pelapor.
Dalam laporan tersebut, Clareesya dilaporkan dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ketentuan itu tercantum dalam dokumen laporan polisi.
| Tahapan | Waktu | Informasi |
|---|---|---|
| Laporan masuk | 13 Agustus 2026 | Diajukan Muhammad Dimas Saputra |
| Pernyataan polisi | 14 Agustus 2026 | Laporan diterima dan masih didalami |
| Unggahan dihapus | Setelah polemik | Foto berketerangan “Gaya takbir” tidak lagi tersedia |
Budi mengatakan penanganan akan mengikuti prosedur yang berlaku. “Saat ini laporan tersebut telah diterima dan selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai prosedur untuk mendalami peristiwa yang dilaporkan serta menentukan langkah hukum berikutnya,” kata Budi.
Foto dari Festival Musik
Unggahan yang menjadi sorotan dibuat Clareesya setelah tampil bersama RoBoKop atau Rombongan Bodonk Koplo. Penampilan tersebut berlangsung dalam rangka The Sounds Project 2026.
Salah satu foto menunjukkan Clareesya mengenakan busana terbuka sambil mengangkat kedua tangannya ke atas. Foto itu disertai tulisan, “Gaya takbir. Love you @thesoundsproject @ghanabanyubiru @renggalihlembahingtyas.”
Sejumlah pengguna media sosial kemudian melontarkan kritik terhadap unggahan tersebut. Istilah yang digunakan dalam keterangan foto mendapat perhatian karena dikaitkan dengan ekspresi keagamaan.
Polemik itu berkembang dalam beberapa waktu setelah unggahan beredar. Pada akhirnya, persoalan tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Clareesya Menjelaskan Maksudnya
Clareesya menyampaikan bahwa unggahan tersebut dibuat untuk mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan dan pencapaiannya sebagai musisi. Ia juga menyinggung kesempatan tampil di festival musik itu sebagai konteks dari unggahannya.
Ia mengakui unggahan tersebut muncul bersamaan dengan pemberitaan lain yang sedang ramai diperbincangkan. Menurutnya, keadaan itu menyebabkan maksud asli unggahan dapat ditafsirkan secara berbeda.
Clareesya menegaskan tidak berniat menghina, merendahkan, melecehkan, menistakan, atau menyinggung agama, kepercayaan, maupun pihak lain. Ia menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf setelah kritik semakin ramai.
Ia juga mengaku mendapat teguran dari ibunya dan telah menghapus foto tersebut dari media sosial. Clareesya menyebut kejadian itu menjadi pelajaran agar lebih cermat sebelum berbicara atau menulis di ruang digital.
Dengan laporan yang telah diterima, kepolisian masih mengumpulkan pemahaman atas peristiwa yang dilaporkan. Hasil pendalaman itu akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya.






