Kepemilikan klub induk FC Bayern München di FC Bayern AG kini turun menjadi 70 persen. Penurunan itu terjadi setelah Viessmann Generations Group mengambil lima persen saham perusahaan tersebut.
Klub induk sebelumnya memegang 75 persen saham. Meski porsi kepemilikannya berkurang, Bayern tetap menjadi pemegang saham terbesar di FC Bayern AG.
Lima Pemegang Saham FC Bayern AG
Viessmann Generations Group menjadi pemegang saham baru di samping klub induk serta tiga mitra utama Bayern. Adidas, Audi, dan Allianz masing-masing memiliki porsi yang sama, yaitu 8,33 persen.
| Pemegang Saham | Porsi Saham |
|---|---|
| Klub induk FC Bayern München | 70 persen |
| Adidas | 8,33 persen |
| Audi | 8,33 persen |
| Allianz | 8,33 persen |
| Viessmann Generations Group | 5 persen |
Masuknya Viessmann berlangsung saat Bayern disebut tidak memerlukan tambahan modal. Keputusan penjualan saham tersebut diambil oleh jajaran pengurus yang dipimpin Presiden Klub Herbert Hainer.
Laporan TZ dan Merkur pada Jumat, 14 Agustus 2026, menyebut saham itu dibeli oleh entitas investasi berbasis di Battenberg. Pihak humas di Allendorf lalu memastikan bahwa pembelinya adalah Viessmann Generations Group.
Dua Entitas Viessmann dengan Peran Berbeda
Pembeli saham itu bukan Viessmann Climate Solutions, perusahaan yang selama ini menjadi mitra sponsor Bayern. Viessmann Generations Group mengelola dana investasi yang bersumber dari penjualan bisnis teknologi iklim Viessmann.
Nilai dana kelolaan kelompok tersebut mencapai 12 miliar euro. Dana itu berasal dari penjualan divisi teknologi iklim kepada Carrier pada 2023.
Max Viessmann, CEO Viessmann, juga telah masuk ke dewan pengawas Bayern pada Februari 2026. Namun, akuisisi saham oleh Viessmann Generations Group tetap dipisahkan dari kegiatan sponsorship Viessmann Climate Solutions.
Aturan Klub Membuka Jalan
Penjualan lima persen saham dapat ditempuh tanpa persetujuan anggota berdasarkan aturan kepemilikan yang berlaku. Rapat umum pemegang saham pada 2021 gagal mencapai mayoritas tiga perempat suara untuk mengesahkan batas kepemilikan klub induk sebesar 75 persen.
Aturan tersebut memperbolehkan Bayern menjual maksimal lima persen saham tanpa meminta persetujuan anggota. Penjualan yang melebihi angka itu baru membutuhkan mayoritas dua pertiga suara.
Uli Hoeneß menjelaskan batas itu dalam sebuah podcast pada November 2025. “Kami memiliki kesepakatan dengan para anggota kami bahwa kami tidak akan menjual lebih dari 30 persen. Secara teoritis kami bisa menjual 5 persen tanpa bertanya kepada anggota. Untuk lebih dari itu kami butuh mayoritas dua pertiga.”
Mantan Presiden Bayern tersebut menilai dukungan mayoritas untuk penjualan yang lebih besar tidak akan pernah diperoleh. Transaksi kepada Viessmann Generations Group karena itu memanfaatkan batas penjualan yang masih tersedia.
Kemitraan Sponsor Tetap Berlangsung
Viessmann Climate Solutions tetap meneruskan kemitraan operasionalnya dengan Bayern secara terpisah. Kerja sama itu bermula sebagai kemitraan regional di China pada 2018 dan berkembang ke Asia Tenggara pada 2021.
Pada 2023, kemitraan tersebut meningkat menjadi kerja sama global sekaligus sponsor tim wanita Bayern. Program itu mendukung target keberlanjutan klub serta informasi mengenai solusi pemanas dan pendingin udara hemat energi.
Viessmann Climate Solutions juga menyoroti penggunaan pompa kalor dan energi terbarukan dalam aktivitasnya untuk penggemar dan pengunjung. Dengan struktur ini, sponsor Bayern dan investasi lima persen saham dijalankan oleh dua entitas yang berbeda.






