Samsung membawa kamera utama 200 MP ke Galaxy Z Fold8 Ultra, konfigurasi yang disebut setara dengan lini Galaxy S Ultra. Kehadiran kamera tersebut menjadi salah satu penanda paling kuat bahwa nama Ultra pada ponsel lipat ini tidak sekadar pembeda varian.
Perangkat ini juga hanya setebal 4,1 mm saat dibuka, meski mengusung baterai 5.000 mAh dan pengisian daya 45W. Samsung menyebutnya sebagai ponsel lipat paling tipis yang pernah dibuat perusahaan.
Kamera Menjadi Pembeda Utama
Susunan kamera belakang Galaxy Z Fold8 Ultra terdiri atas kamera utama 200 MP, telefoto 10 MP, dan ultra-wide 50 MP. Kamera ultra-wide tersebut disebut mampu menghasilkan detail hingga empat kali lebih baik.
| Komponen | Spesifikasi Galaxy Z Fold8 Ultra | Peran Utama |
|---|---|---|
| Kamera utama | 200 MP | Disebut setara lini Galaxy S Ultra |
| Kamera telefoto | 10 MP | Melengkapi sistem tiga kamera belakang |
| Kamera ultra-wide | 50 MP | Detail diklaim hingga 4 kali lebih baik |
| Ketebalan saat dibuka | 4,1 mm | Desain tipis untuk kelas ponsel lipat |
Samsung menempatkan peningkatan kamera ini sebagai jawaban atas anggapan bahwa ponsel lipat belum dapat menyamai kemampuan fotografi ponsel unggulan konvensional. Fokusnya bukan hanya pada resolusi, melainkan juga pada fleksibilitas pengambilan dan pengolahan konten.
Fungsi My Fan Cam berbasis Samsung Galaxy AI turut disediakan untuk penyuntingan video. Pengguna dapat merekam seluruh area panggung konser atau pertandingan, kemudian memilih orang yang ingin dijadikan fokus dalam hasil suntingan.
Galaxy AI dapat mendeteksi dan mengikuti gerak subjek secara otomatis selama proses tersebut. Samsung menyarankan perekaman dalam UHD atau 4K pada 60 fps, atau minimal 30 fps, agar hasil pemotongan video tetap tajam dan mulus.
Performa dan Daya untuk Aktivitas Intensif
Galaxy Z Fold8 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang diklaim memberikan peningkatan kecepatan hingga 21%. Chipset ini ditujukan untuk mendukung penggunaan berat, termasuk multitugas pada dua layar besar.
Baterai 5.000 mAh dengan teknologi silicon-carbon dipadukan dengan Super Fast Charging 2.0 berdaya 45W. Kecepatan pengisian ini meningkat dari 25W pada generasi sebelumnya.
| Komponen | Galaxy Z Fold8 Ultra |
|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy |
| Peningkatan kecepatan | Hingga 21% |
| Baterai | 5.000 mAh, silicon-carbon |
| Pengisian daya | 45W Super Fast Charging 2.0 |
Rancangan tipis perangkat didukung teknologi Flex Titanium Display dan Flex Titanium Flow pada lapisan layar. Samsung menyatakan teknologi itu dirancang untuk membuat mekanisme buka-tutup terasa lebih kokoh, nyaman, dan tahan lama.
Ultra Ditujukan untuk Pengguna Produktif
Galaxy Z Fold8 Ultra menyasar pengguna yang membutuhkan ruang kerja lebih luas untuk multitugas dan produktivitas tinggi. Sementara itu, Galaxy Z Fold8 reguler diarahkan sebagai opsi yang lebih portabel untuk konsumsi konten sehari-hari.
Model reguler memiliki rasio layar depan 15:10 yang disebut lebih nyaman untuk menonton video serta menjelajahi media sosial tanpa membuat perangkat terlalu besar. Varian Ultra mengambil posisi berbeda dengan penekanan pada performa, kamera, dan ketahanan penggunaan.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan standar Ultra dari seri Galaxy S kini dibawa ke lini Galaxy Z. “Tidak hanya sekadar positioning nama Ultra itu sendiri, tetapi experience Ultra itu benar-benar kami bawa ke Z Series tahun ini,” ujar Ilham di Jakarta.
Di Indonesia, Galaxy Z Fold8 Ultra dibanderol mulai Rp32.499.000 dan masa preorder berlangsung hingga 13 Agustus 2026. Penawaran preorder mencakup peningkatan memori gratis dari 256 GB menjadi 512 GB, cashback, program trade-in, serta dua kali penggantian screen protection film selama dua tahun.






