Jonatan Christie melihat adaptasi cepat sebagai salah satu penentu penting di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Pemain tunggal putra Indonesia itu harus membaca lawan, kondisi lapangan, angin, dan shuttlecock sambil mengejar target medali pertama.
Fokus terhadap faktor tersebut membuat Jonatan tidak ingin terburu-buru memikirkan hasil akhir. Ia memilih mengarahkan perhatian pada peningkatan performa sejak pertandingan awal.
“Jadi memang siapa yang beradaptasi lebih cepat, saya rasa itu yang bisa. Jadi fokusnya adalah untuk meningkatkan performa sesegera mungkin,” kata Jonatan.
Pendekatan ini menjadi cara Jonatan menjaga ambisi tanpa kehilangan ketenangan. Target medali tetap dipasang, tetapi setiap laga diperlakukan sebagai tahapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Target Pertama di Panggung Dunia
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 akan menjadi penampilan ketujuh bagi Jonatan. Hingga kini, ia belum pernah meraih medali di ajang tersebut.
Keinginan naik podium muncul dari beberapa kesempatan yang sebelumnya belum menghasilkan medali. Jonatan menyebut rasa penasaran itu sebagai alasan utama di balik target minimal satu medali.
Dalam keterangannya yang dikutip Detik Sport di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026), Jonatan menyampaikan pandangannya mengenai target tersebut. “Bagi saya pribadi, karena saya masih penasaran dan belum pernah memenangkan medali. Karena hampir beberapa kali, tetapi tidak berhasil. Jadi harapannya minimal mendapat medali,” katanya.
Target itu menjadi tantangan baru bagi juara All England 2024 tersebut. Ia tidak hanya ingin tampil kompetitif, tetapi juga berusaha menembus hasil terbaik yang selama ini berhenti di perempatfinal.
Batas yang Ingin Dilewati
Jonatan telah mencapai perempatfinal pada tiga edisi Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Catatan itu menunjukkan ia beberapa kali berada dekat dengan fase yang lebih tinggi, tetapi belum berhasil melanjutkan langkah ke podium.
| Edisi | Pencapaian |
|---|---|
| 2019 | Perempatfinal |
| 2022 | Perempatfinal |
| 2025 | Perempatfinal |
Hasil pada 2019, 2022, dan 2025 menjadi konteks penting bagi targetnya di edisi 2026. Medali akan berarti Jonatan mampu melewati batas terbaik yang dicatatkan dalam enam keikutsertaan sebelumnya.
Posisinya di jajaran tiga besar dunia membawa harapan bagi bulutangkis Indonesia. Namun, Jonatan tidak menjadikan status tersebut sebagai alasan untuk langsung memikirkan tahap akhir turnamen.
Menjaga Arah tanpa Menambah Tekanan
Jonatan menilai harapan yang terlalu besar dapat membuat pemain kehilangan perhatian pada langkah pertama. Karena itu, ia memilih meredam ekspektasi agar fokus tidak terpecah oleh bayangan hasil akhir.
“Karena jika harapan dan keinginan terlalu besar, justru fokusnya bukan pada langkah pertama, langkah demi langkah. Jadi memang harus lebih diredam harapannya,” ujar Jonatan.
Ia menegaskan bahwa meredam harapan bukan berarti menghapus tujuan meraih medali. Target tersebut tetap dipertahankan sebagai arah, sementara fokus pertandingan dijaga dari laga pertama hingga laga berikutnya.
“Bukan untuk mengubur harapan, tetapi untuk mengetahui di mana tujuannya. Tapi untuk saat ini, pertahankan saja harapan itu. Fokusnya adalah pada pertandingan pertama, pertandingan kedua. Jadi, satu per satu,” ucapnya.
Dengan strategi itu, Jonatan akan menghadapi Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 melalui proses yang terukur. Adaptasi cepat dan konsentrasi pada tiap laga menjadi fondasi untuk mengejar podium dunia yang belum pernah diraihnya.






