Javlon Guseynov memikul tanggung jawab baru sebagai kapten Persita Tangerang menjelang BRI Super League 2026/2027. Bek asal Uzbekistan itu menjadi figur yang diharapkan menjaga komunikasi dan persatuan skuad dalam proses pembentukan tim.
Musim baru akan menjadi musim keempat Javlon bersama Persita. Pemain berusia 35 tahun tersebut menggantikan peran Muhammad Toha yang hengkang ke DPMM FC.
Kapten Bukan Sekadar Ban di Lengan
Javlon menilai jabatan kapten membawa tugas yang lebih luas daripada memimpin rekan setim ketika pertandingan berlangsung. Ia menempatkan keteladanan dan dukungan kepada pemain lain sebagai bagian penting dari perannya.
“Bagi saya, menjadi kapten bukan sekadar mengenakan ban kapten. Ini tentang memikul tanggung jawab, menjadi teladan, serta mendukung rekan-rekan setim, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Javlon kepada Beritasatu.
Dalam masa persiapan, ia berupaya menjaga fokus seluruh pemain sekaligus memperkuat komunikasi di dalam kelompok. Peran itu dinilai penting agar suasana tim tetap terjaga saat Persita menghadapi tantangan selama pramusim.
Pemain Baru Didorong Cepat Menyatu
Persita memberi perhatian pada proses adaptasi pemain-pemain baru yang masuk ke dalam skuad. Javlon meyakini suasana kekeluargaan yang dibangun tim dapat membantu mereka lebih cepat memahami lingkungan baru.
Pemain lama mengambil peran untuk mendampingi rekan baru sejak awal bergabung. Komunikasi di dalam tim dan upaya membuat pemain merasa nyaman menjadi bagian dari proses tersebut.
“Kami berupaya membuat mereka merasa menjadi bagian dari tim sejak hari pertama,” kata Javlon. Menurutnya, rasa diterima akan membantu adaptasi sekaligus memperkuat kebersamaan Pendekar Cisadane.
Pemusatan Latihan di Yogyakarta
Persita masih menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta untuk mematangkan kesiapan menuju kompetisi. Program yang dijalankan tidak hanya menitikberatkan pada kondisi fisik, tetapi juga pemahaman taktik dan kekompakan antarpemain.
Javlon melihat perkembangan tim sejauh ini bergerak ke arah yang positif. Baginya, kedekatan hubungan antarpemain menjadi salah satu modal utama yang perlu dijaga sebelum liga dimulai.
“Menurut saya, persiapan kami berjalan dengan baik. Kami telah berlatih keras, baik secara fisik maupun taktik, dan yang terpenting adalah tim ini semakin akrab dan solid dari hari ke hari,” ujar Javlon.
Penilaian positif tersebut tidak berarti Persita telah menuntaskan seluruh pekerjaan rumahnya. Javlon mengakui masih ada sejumlah bagian yang perlu dibenahi, meski tim dinilai sudah memiliki arah kerja yang jelas selama persiapan.
Laga Uji Coba Menjadi Ruang Evaluasi
Rangkaian pertandingan uji coba melawan sesama peserta Super League dimanfaatkan Persita untuk mengukur penerapan strategi pelatih. Hasil akhir pertandingan tidak ditempatkan sebagai sasaran utama dalam fase persiapan ini.
Laga persahabatan dipakai untuk melihat aspek permainan yang masih perlu diperbaiki dalam situasi pertandingan. Kesempatan itu juga memberi waktu bagi pemain baru untuk beradaptasi dengan cara bermain tim.
“Pertandingan tersebut memberi kami kesempatan untuk menguji berbagai taktik, memahami apa yang perlu diperbaiki, serta memberikan waktu bagi para pemain baru untuk beradaptasi,” kata Javlon. Ia menegaskan tim masih perlu terus belajar dan berkembang tanpa menjadikan hasil uji coba sebagai tolok ukur utama.
Melalui latihan fisik, pengujian taktik, serta penyesuaian antarpemain, Persita berupaya membangun fondasi yang lebih kuat untuk musim 2026/2027. Javlon kini mengemban tugas untuk membantu memastikan seluruh proses itu mengarah pada tim yang solid dan siap bersaing.






