Jagiellonia Bialystok berhasil menyingkirkan Rangers dari kualifikasi Liga Europa melalui hasil imbang 1-1 di Stadion Ibrox, Glasgow. Wakil Polandia itu menang agregat 3-2 dan melangkah ke babak play-off untuk menghadapi Iberia 1999 Tbilisi.
Rangers sempat membawa pertandingan ke posisi seimbang lewat penalti Lawrence Shankland pada babak pertama. Namun, gol Nik Prelec setelah jeda mengakhiri harapan tuan rumah untuk mempertahankan jalur Liga Europa.
Hasil di Ibrox mengubah tujuan kedua tim di kompetisi Eropa. Jagiellonia tetap berada di play-off Liga Europa, sementara Rangers harus mencoba merebut tiket Conference League.
| Klub | Agregat | Lawan Play-off |
|---|---|---|
| Jagiellonia Bialystok | Menang 3-2 | Iberia 1999 Tbilisi |
| Rangers | Kalah 2-3 | Jablonec |
Jagiellonia akan menghadapi Iberia 1999 Tbilisi dari Georgia untuk melanjutkan peluang mereka ke kompetisi utama. Rangers dijadwalkan bertemu Jablonec dari Ceko pada play-off Conference League.
Momentum Rangers Berbalik pada Babak Kedua
Rangers memasuki leg kedua dengan beban kekalahan 1-2 dari pertandingan pertama di Polandia. Kemenangan menjadi kebutuhan mutlak bagi tim asuhan Derek McInnes untuk membalikkan situasi.
Shankland memberi respons cepat melalui gol penalti pada menit ke-19. Gol itu membuat agregat menjadi 2-2 dan mengembalikan keyakinan pendukung Rangers di Ibrox.
Situasi berubah setelah Jagiellonia tampil lebih tenang pada babak kedua. Prelec mencetak gol pada menit ke-65 untuk menyamakan skor pertandingan sekaligus membawa tim tamu kembali unggul secara agregat.
Rangers lalu menghadapi tugas yang jauh lebih berat karena harus mencetak dua gol. Tekanan yang dibangun hingga akhir pertandingan tidak berujung pada tambahan gol.
Jagiellonia mampu menjaga hasil yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan Eropa mereka. Bagi Rangers, kegagalan itu terasa berat karena terjadi di kandang sendiri setelah sempat membuka peluang untuk bangkit.
Skuad Baru dan Persoalan Awal Musim
McInnes belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan kompetitif pertamanya sebagai manajer Rangers. Awal tanpa kemenangan itu terjadi setelah ia meninggalkan Hearts untuk menangani klub berjuluk Light Blues tersebut.
Goal.com menyebut cemoohan keras terdengar dari suporter Rangers usai pertandingan. Reaksi itu muncul ketika tim belum menunjukkan perpaduan permainan yang diharapkan.
Rangers telah mendatangkan sembilan pemain baru sepanjang musim panas. Namun, skuad tersebut masih dinilai mencari identitas taktik yang lebih jelas dan belum bermain secara padu.
McInnes menggunakan formasi 3-5-2 dalam laga melawan Jagiellonia. Pilihan itu dibuat di tengah masalah ketersediaan pemain karena Youssef Chermiti mengalami cedera ACL dan Tuur Rommens menderita cedera selangkangan.
Pada babak kedua, Rangers beralih ke sistem empat bek untuk mencari perubahan. Ross McCrorie menggantikan Thelo Aasgaard, sedangkan Cammy Devlin dan Vanja Dragojevic masuk menggantikan Dan Neil serta Nico Raskin.
Penyesuaian tersebut tidak menghasilkan tekanan menyerang yang konsisten. Rangers tetap kesulitan menciptakan peluang berarti setelah Jagiellonia menyamakan kedudukan melalui Prelec.
Penurunan ke play-off Conference League berpotensi memengaruhi sisi olahraga dan finansial Rangers, terutama setelah belanja pemain pada musim panas. Tim McInnes juga harus segera menata fokus untuk menghadapi St Mirren pada babak 16 besar Premier Sports Cup, Minggu mendatang.






