IT Pontianak menjadi pusat konsolidasi pasokan regional ketika jadwal sandar kapal suplai mengalami perubahan. Peran terminal ini diperkuat untuk menjaga penyaluran BBM ke Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
PT Elnusa Petrofin mengatur distribusi melalui skema RAE yang mencakup jalur Reguler, Alternatif, dan Emergency. Pengaturan itu dijalankan bersamaan dengan penambahan lima mobil tangki untuk membantu mempercepat pengiriman ke SPBU.
Jangkauan Dukungan dari IT Pontianak
Fungsi konsolidasi IT Pontianak tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan di area terminal. Terminal tersebut juga mendukung distribusi menuju Jobber Ketapang, Fuel Terminal Sintang, dan wilayah eks-Jobber Sanggau.
Perluasan peran ini meningkatkan aktivitas operasional serta mobilitas mobil tangki di kawasan terminal. Tim di lapangan mengatur ritase, antrean, dan arus kendaraan agar proses pengisian dapat berlangsung efektif.
| Titik Distribusi | Fungsi dalam Penguatan Pasokan |
|---|---|
| IT Pontianak | Pusat konsolidasi pasokan regional melalui skema RAE |
| Jobber Ketapang | Didukung melalui distribusi dari IT Pontianak |
| Fuel Terminal Sintang | Didukung melalui distribusi dari IT Pontianak |
| Wilayah eks-Jobber Sanggau | Didukung melalui distribusi dari IT Pontianak |
Seluruh kegiatan distribusi tersebut tetap menempatkan standar HSSE sebagai prioritas. Standar itu mencakup Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan Lingkungan dalam operasi yang meningkat.
Lima Mobil Tangki Tambahan Masuk Skema Distribusi
Penguatan kapasitas dilakukan dengan lima unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter. Armada ini ditujukan untuk mengurangi waktu pengiriman, membantu mengurai antrean di terminal, dan menjaga ritme penyaluran BBM.
Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menyebut langkah itu sebagai respons atas perubahan alur pasokan. “Kami menyadari adanya dinamika logistik maritim yang menyebabkan penyesuaian jadwal sandar kapal suplai,” kata Putiarsa.
Kesiapan Awak Mobil Tangki dan kendaraan penyalur menjadi bagian dari penguatan di lapangan. Armada yang tersedia dipakai untuk mendukung pasokan menuju seluruh SPBU yang masuk dalam wilayah distribusi.
Skema Kitir Tekan Risiko Kekosongan
Elnusa Petrofin juga menerapkan skema kitir untuk membagi pasokan yang tersedia secara terukur dan proporsional. Cara ini dimaksudkan agar BBM tetap dapat menjangkau titik layanan secara lebih merata.
Putiarsa mengatakan penerapan skema tersebut berfungsi meminimalkan potensi kekosongan layanan SPBU. “Penerapan skema distribusi ini kami lakukan agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau seluruh titik layanan SPBU secara merata,” ujarnya.
Perubahan jadwal kedatangan kapal pemasok memerlukan penyesuaian pada penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM. Perusahaan menyatakan pemantauan serta evaluasi akan terus dilakukan pada seluruh rantai distribusi.
Masyarakat diimbau membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Imbauan tersebut disampaikan saat perusahaan melanjutkan langkah penguatan untuk menjaga keandalan pasokan di Kalimantan Barat.






