Jeff Bezos masuk ke kepemilikan Liverpool melalui jalur investasi, bukan sebagai pengendali tunggal klub. Pendiri Amazon tersebut menjadi bagian dari konsorsium 1892 Holdings, sementara Fenway Sports Group atau FSG tetap memimpin operasional The Reds.
Investasi Bezos disalurkan melalui K5 Sports Fund yang dikelolanya bersama Michael Kives dan Bryan Baum. Model tersebut membuat keterlibatannya berada dalam kelompok investor, bukan dalam struktur pengelolaan harian Liverpool.
Konsorsium Pemodal di Belakang Liverpool
1892 Holdings tidak hanya melibatkan Bezos. Konsorsium itu juga didukung Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook, bersama istrinya, Elaine, serta investor lainnya.
Amit Bhatia memimpin 1892 Holdings dan akan mengambil jabatan wakil ketua Liverpool setelah transaksi investasi berjalan. Bhatia bukan nama baru dalam sepak bola Inggris karena sebelumnya dikenal sebagai co-owner Queens Park Rangers.
| Nama | Jalur keterlibatan | Peran |
|---|---|---|
| Jeff Bezos | K5 Sports Fund | Investor dalam 1892 Holdings |
| Eduardo Saverin dan Elaine | 1892 Holdings | Investor konsorsium |
| Amit Bhatia | 1892 Holdings | Pemimpin konsorsium dan calon wakil ketua Liverpool |
Kehadiran para investor tersebut memperluas basis pendanaan di dalam struktur kepemilikan Liverpool. Namun, komposisi pemodal yang baru tidak otomatis mengubah siapa yang memegang kendali atas keputusan operasional klub.
FSG Tetap Mengatur Operasional
1892 Holdings dilaporkan menguasai total 30 persen saham Liverpool dengan nilai sekitar 1,65 miliar dolar AS. FSG tetap memegang kontrol penuh terhadap kegiatan sehari-hari klub meski porsi tersebut terbilang besar.
Tidak ada perubahan besar pada jajaran kepemimpinan Liverpool setidaknya hingga awal 2027. Dengan demikian, investasi baru itu belum menggeser peran FSG dalam menentukan arah pengelolaan klub.
Liverpool menempatkan 1892 Holdings sebagai mitra investasi bersama FSG. Posisi itu menegaskan bahwa konsorsium datang untuk menyokong kepemilikan klub, bukan mengambil alih kendali manajemen.
Nilai dan skala investasi 1892 Holdings juga jauh melampaui transaksi saham sebelumnya. Pada September 2023, FSG hanya melepas tiga persen saham Liverpool kepada Dynasty Equity.
Komitmen Mendukung Liverpool
Bhatia menyatakan kebanggaannya dapat berinvestasi di Liverpool bersama FSG. Ia menilai pencapaian FSG di Anfield layak mendapat penghormatan.
“Kami sangat bangga dapat berinvestasi di Liverpool Football Club dan melakukannya bersama FSG,” ujar Bhatia. “Kami sangat menghormati dan kagum terhadap FSG sebagai pemilik dan atas semua yang telah mereka capai di Anfield.”
Ia mengatakan 1892 Holdings diterima dengan terbuka sebagai mitra di Liverpool. Investasi tersebut, menurut Bhatia, didasari kepercayaan terhadap klub dan jajaran petingginya.
“Kami berharap dapat mendukung klub untuk terus meraih kesuksesan ke depannya,” kata Bhatia. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa konsorsium mengarahkan perannya pada dukungan investasi, sedangkan FSG tetap berada di posisi pengendali utama Liverpool.
Masuknya Bezos dan investor lain membuka bab baru dalam kepemilikan saham Liverpool. Perubahan tersebut menghadirkan modal baru tanpa mengubah struktur kendali operasional klub dalam waktu dekat.






