Pasar BYD dan Chery Menguat, Indonesia Tawarkan Insentif bagi Investor China

Pemerintah menyiapkan insentif fiskal bagi proyek investasi baru saat mengajak produsen China memperluas penanaman modal di Indonesia. Ajakan itu mendapat konteks kuat dari masuknya BYD dan Chery ke lima besar merek mobil dengan pangsa pasar terbesar di dalam negeri.

Industri otomotif dipandang sebagai sektor bernilai tambah tinggi yang layak terus diperkuat. Pemerintah berharap kehadiran merek China di pasar dapat berjalan seiring dengan perluasan investasi pada kegiatan industri domestik.

Insentif yang tersedia bagi proyek yang memenuhi persyaratan meliputi tax holiday, tax allowance, investment allowance, dan super tax deduction. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menarik investasi baru ke sektor-sektor yang dinilai strategis.

Otomotif dan digital dalam satu tawaran

Peluang bagi investor China tidak berhenti pada manufaktur kendaraan. Pemerintah juga membuka ruang kerja sama pada industri semikonduktor, jaringan serat optik, aplikasi digital, serta infrastruktur pusat data.

Dengan demikian, pembahasan investasi mencakup sektor otomotif dan ekonomi digital sekaligus. Pemerintah juga menawarkan bentuk kerja sama di bidang perdagangan, jasa, serta pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan posisi tersebut saat menerima delegasi bisnis China di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026. Ia menegaskan Indonesia terbuka untuk mitra global, termasuk China, yang ingin memperluas investasi.

“Kita terbuka untuk bekerja sama dengan partner global termasuk China, baik itu untuk trade investment maupun di sektor jasa maupun di sektor pendidikan,” ujar Airlangga dalam keterangannya. Ia mengundang pelaku usaha China untuk melanjutkan investasi terutama pada sektor dengan nilai tambah tinggi.

Keberadaan BYD dan Chery di jajaran lima besar memperlihatkan perkembangan merek asal China di pasar mobil Indonesia. Pemerintah menilai pencapaian tersebut dapat menjadi sinyal bagi peluang penguatan industri kendaraan di dalam negeri.

Perdagangan dan investasi sudah besar

Hubungan ekonomi Indonesia-China telah didukung nilai perdagangan bilateral yang besar. Realisasi investasi dari Hong Kong dan China juga tercatat signifikan pada semester I/2026.

Indikator EkonomiNilaiCatatan
Perdagangan bilateral Indonesia-ChinaSekitar 154 miliar dollar ASSetara sekitar Rp2.500 triliun berdasarkan data Indonesia
Realisasi investasi Hong Kong dan ChinaSekitar 10 miliar dollar ASSemester I/2026

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat investasi dari Hong Kong dan China mencapai sekitar 10 miliar dollar AS pada semester I/2026. Pemerintah menyebut nilai itu setara sekitar Rp163 triliun.

Kerja sama ekonomi kedua negara didukung oleh ASEAN-China Free Trade Area dan Regional Comprehensive Economic Partnership. Kerangka tersebut melengkapi hubungan perdagangan dan investasi yang terus berkembang.

Airlangga mengutip survei Japan External Trade Organization atau JETRO yang menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan asing memperoleh keuntungan setelah berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, jumlah perusahaan yang mendapat keuntungan lebih besar dibandingkan perusahaan yang belum memperoleh keuntungan.

Pemerintah juga membahas peluang pada sektor tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik, kawasan industri, energi terbarukan, dan pendidikan. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan Indonesia dan China terus mengembangkan kerja sama dalam perdagangan, investasi, industri, pendidikan, ekonomi digital, serta teknologi.

Baca Juga