Di Tengah Desakan Mundur, Infantino Dapat Dukungan Tegas dari Orang Dekat Trump

Gianni Infantino memperoleh pembelaan tegas dari Andrew Giuliani ketika tekanan agar ia mundur dari FIFA terus muncul. Orang dekat Donald Trump itu menyebut kritik terhadap Infantino dipengaruhi kepentingan politik dan kecemburuan atas pencapaiannya.

Pembelaan tersebut muncul di tengah kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia. Polemik itu turut memengaruhi dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Giuliani Menyebut Ada Unsur Politik

Andrew Giuliani menjabat sebagai direktur eksekutif Satuan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026. Ia menyampaikan komentarnya kepada The Athletic, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

“Ini soal politik. Saya pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” ujar Giuliani mengenai tekanan terhadap Infantino. Ia memandang situasi itu memiliki kemiripan dengan pengalaman politik yang pernah disaksikannya.

Giuliani secara khusus membandingkan tekanan kepada presiden FIFA itu dengan serangan politik yang pernah mengarah kepada Trump. Menurutnya, pola tersebut juga pernah digunakan terhadap tokoh-tokoh lain.

“Saya pernah melihat itu saat mereka menargetkan Presiden Donald Trump dari sudut pandang politik. Saya pernah melihat itu saat mereka menargetkan orang lain,” kata Giuliani.

Ia juga mengaitkan kritik tersebut dengan keberhasilan Infantino memimpin FIFA. “Orang-orang merasa iri ketika ada sosok yang sangat berprestasi,” tutur Giuliani.

Dukungan Trump Sudah Disampaikan Terbuka

Trump telah lebih dahulu menyampaikan pembelaan kepada Infantino melalui unggahan di Truth Social. Ia menilai FIFA tidak seharusnya mempertimbangkan pergantian presiden di tengah situasi saat ini.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan FIFA akan membuat “kesalahan fatal” jika mengganti Infantino. Sikap itu memperlihatkan dukungan terbuka dari lingkaran Trump terhadap kelanjutan kepemimpinan Infantino.

Tekanan dari Konfederasi dan Asosiasi

Di dalam sepak bola internasional, dukungan terhadap Infantino tidak sepenuhnya solid. UEFA, AFC, dan Concacaf disebut sebagai pihak yang mendesak ia mundur dari jabatan presiden FIFA.

Tekanan tersebut beriringan dengan berkurangnya dukungan dari sejumlah asosiasi sepak bola untuk pemilihan Maret 2027. Laporan CNN Indonesia menyebut posisi Infantino menjadi sorotan setelah munculnya kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia.

KelompokPihak yang DisebutSikap
KonfederasiUEFA, AFC, ConcacafMendesak mundur
KonfederasiCAF, ConmebolTetap mendukung
Asosiasi sepak bolaArgentinaTetap mendukung
Asosiasi sepak bolaMeksikoTetap mendukung

CAF dan Conmebol masih menjadi konfederasi yang mendukung Infantino. Argentina serta Meksiko juga termasuk asosiasi yang tetap berada di belakangnya.

Perbedaan posisi itu membuat masa depan kepemimpinan Infantino menjadi isu yang diperdebatkan dari berbagai arah. Kontroversi saham Piala Dunia kini berhadapan dengan penolakan sejumlah konfederasi dan pembelaan terbuka dari tokoh-tokoh dekat Trump.

Baca Juga