Penguatan kompetisi nasional dan kesempatan berlaga di kejuaraan internasional menjadi bagian penting dari persiapan balap sepeda Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. PP ICF menjalankan langkah itu untuk meningkatkan performa atlet sekaligus memperbesar kesiapan menghadapi persaingan tingkat Asia.
Strategi tersebut mendapat apresiasi dari KONI Pusat. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menilai pembinaan yang dilakukan federasi merupakan modal penting untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia.
Jalur Pembinaan Menuju Aichi-Nagoya
Program PP ICF tidak hanya menyasar hasil akhir berupa medali. Federasi juga berupaya membangun proses yang terukur melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, serta kesiapan tenaga pendukung.
Atlet diberi peluang tampil dalam berbagai kejuaraan internasional sebagai bagian dari pengayaan pengalaman kompetisi. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mereka menghadapi tekanan dan tuntutan persaingan ketika Asian Games digelar.
| Komponen | Peran dalam Persiapan |
|---|---|
| Kompetisi nasional | Memperkuat jalur pembinaan atlet |
| Kejuaraan internasional | Menambah pengalaman dan mendukung peningkatan performa |
| Pelatih | Meningkatkan kualitas pendampingan atlet |
| Tenaga pendukung | Menunjang kesiapan program dan atlet |
Pemetaan Nomor Potensial Medali
Dalam pertemuan Marciano dengan Sekretaris Jenderal PP ICF Jadi Rajagukguk, pembahasan juga diarahkan pada strategi peningkatan prestasi. Salah satu perhatian utama ialah pemetaan nomor yang dinilai memiliki potensi menghasilkan medali.
Marciano melihat komitmen Indonesia Cycling dalam membangun ekosistem prestasi perlu dijaga secara konsisten. Menurutnya, kesinambungan program menjadi bekal agar atlet dapat bersaing tidak hanya di Asia, tetapi juga di level dunia.
Dalam keterangan tertulis pada Jumat (24/7/2026), Marciano menyatakan harapan atas hasil dari proses pembinaan tersebut. “Semoga pengalaman yang diperoleh para atlet melalui program pembinaan yang telah dijalankan dapat membuahkan hasil terbaik pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” kata Marciano.
Dukungan KONI Jadi Energi Positif
Jadi Rajagukguk menyebut kepercayaan dan dukungan KONI Pusat sebagai energi positif bagi balap sepeda Indonesia. PP ICF, kata dia, akan melanjutkan persiapan atlet melalui program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Pertemuan ini semakin memperkuat komitmen kami untuk mempersiapkan atlet balap sepeda Indonesia secara optimal menuju Asian Games melalui program pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Jadi. Ia menilai keterlibatan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga akan menjadi faktor penting dalam mengejar prestasi bagi Merah Putih.
Kolaborasi antara PP ICF, KONI Pusat, pemerintah, serta pihak terkait diharapkan memperkuat seluruh tahapan persiapan. Dengan dukungan itu, balap sepeda Indonesia ditargetkan mampu tampil kompetitif pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.






